Efek Rumah Kaca: Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Proses Terjadinya

Diposting pada

2.2 Penyebab Alami

Efek rumah kaca alami adalah efek yang terjadi karena memang dari faktor alam yang bekerja. Proses pemanasan tersebut didasari oleh penyerapan masing-masing lapisan atmosfer terhadap radiasi matahari.

Lapisan atmosfer ini terdiri dari troposfer, stratosfer, mesosfer, dan termosfer.

Lapisan troposfer adalah yang paling penting dalam masalah efek rumah kaca ini. Sekitar 35% dari besarnya radiasi matahari tidak sampai ke permukaan bumi. Hampir semua radiasi yang mempunyai gelombang pendek (sinar alpha, sinar beta, dan sinar ultraviolet) oleh tiga lapisan yang paling atas akan diserap radiasinya. Sedangkan gelombang lainnya dipantulkan dan dihamburkan kembali ke ruang angkasa oleh gas-gas, awan, serta partikel-partikel.

Sisa persentase sebesar 65% yang masuk ke dalam lapisan troposfer, di dalam lapisan troposfer ini terbagi lagi. Sebesar 14% diserap oleh gas-gas, debu, dan uap air tertentu sehingga sekitar 51% yang mencapai permukaan bumi. Dari 51%, 37% yang merupakan radiasi yang sifatnya langsung dan 14% di antaranya mengandung radiasi difus yang sudah mengalami penghamburan di lapisan troposfer oleh molekul gas-gas dan partikel-partikel debu.

Radiasi yang diterima bumi sebagian diserap dan sebagian dipantulkan. Radiasi yang diserap kemudian dipancarkan kembali dalam bentuk sinar infra merah.

2.3 Penyebab oleh Manusia

Kegiatan karena adanya campur tangan manusia dapat menyebabkan menipisnya lapisan ozon yang berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah CO2 dan gas-gas lainnya yang terjebak di bumi.

Kegiatan manusia mengakibatkan penipisan ozon sehingga gas-gas yang seharusnya diserap oleh lapisan atmosfer berkurang persentasenya akibat lebih kecilnya ukuran lapisan atmosfer dibandingkan dengan kondisi seharusnya. Hal ini yang membuat bumi cenderung bersuhu lebih panas dibandingkan seharusnya.

Penggunaan energi listrik yang terlalu boros pun tentunya dapat menyebabkan gas rumah kaca yang dihasilkan berlebih. Penggunaan listrik secara berlebihan tak hanya menimbukan bahaya, tetapi juga merugikan banyak pihak. Tak hanya menyebabkan melambungnya tagihan listrik, tetapi juga energi untuk menghasilkan listrik lama kelamaan akan habis.

Seperti yang kita rasakan, hampir semua aktivitas yang manusia lakukan tak terlepas dari penggunaan listrik. Mulai dari lampu sebagai alat penerangan, pemakaian mesin cuci untuk memudahkan mencuci pakaian, kebutuhan listrik untuk penerangan, dan mengisi daya baterai untuk telepon genggam maupun PC.

Saat listrik mati akan sangat terasa bahwa manusia sudah sangat bergantung pada tenaga ini. Karena keberadaannya yang sudah menjadi hal biasa di sekitar kita, terkadang penggunaan listrik kurang diperhatikan dan berakibat pada terjadinya pemborosan energi.

Perkembangan industri dan teknologi juga sering kali bertolak belakang dengan isu pelestarian lingkungan.

Banyak perusahaan yang hingga kini masih menggunakan bahan-bahan yang dapat merusak alam, khususnya yang mengandung bahan perusak ozon (BPO), misalnya hydrochlorofluorocarbon (HCFC) dan chlorofluorocarbon (CFC) serta penggunaan pendingin ruangan yang tidak ramah lingkungan yang digunakan pada produk lemari es dan AC.

2.4 Industri Penyebab Efek Rumah Kaca

Industri yang Berkontribusi dalam Pemanasan Global
Industri yang Berkontribusi dalam Pemanasan Global

Penyebab lain dari efek rumah kaca yaitu adanya industri-industri yang terus berkembang di Indonesia ini, seperti industri pada pertanian berskala besar yang pada umumnya akan menggunakan pupuk dengan jumlah yang banyak, di mana pupuk yang akan terpakai itu nantinya melepaskan gas nitrous oxide ke atmosfer yang kemudian akan menjadi gas rumah kaca.

Selain itu juga terdapat limbah industri dan tambang, misalnya pada pabrik pupuk, pabrik semen, dan penambangan minyak bumi dan batu bara yang akan mengakibatkan produksi karbondioksida.

Industri Peternakan juga dapat menimbulkan efek rumah kaca, terutama pada peternakan sapi karena peternakan sapi banyak menghasilkan gas karbon dioksida dan gas methane yang berkontribusi sangat besar menuju atmosfer.

Contoh terakhir yaitu limbah pabrik rumah tangga yang apabila dibiarkan terus-menerus maka akan menghasilkan gas methane dan gas karbondioksida yang biasanya dihasilkan oleh bakteri pengurai sampah yang dapat menyebabkan terjadinya efek rumah kaca.