Curah Hujan: Pengertian, Klasifikasi, Pengukuran, dan Alat Ukur

Diposting pada

3.1 Ombrometer Manual

Alat penakar hujan manual biasanya berupa ember atau suatu tempat yang sudah diketahui diameternya. Pengukuran hujan secara manual dilakukan dengan mengukur volume air hujan yang ditampung dalam tempat penampungan, volume air hujan diukur secara periodik dengan interval waktu tertentu. Dengan cara tersebut didapatkan data curah hujan dengan periode waktu tertentu. Ombrometer manual terdiri dari dua jenis, yaitu:

3.1.1 Penakar Hujan Ombrometer Biasa

Alat ini masih sangat sederhana yang terbuat dari plat seng dengan tinggi 60 cm. Ada juga yang  terbuat dari pipa paralon dengan tinggi 100 cm. Prinsip kerja ombrometer jenis ini yaitu pembagian volume air hujan yang ditampung dengan luas mulut penakar.

Parameter yang harus dihitung yaitu luas mulut penakar serta volume air hujan yang tertampung dalam penampung. Alat ini biasa diletakkan di ketinggian 120-150 cm, namun alat ini belum bisa melakukan pencatatan secara otomatis.

3.1.2 Penakar Hujan Ombrometer Observatorium

Penakar hujan tipe observatorium merupakan salah satu alat penakar hujan manual, pengukurannya menggunakan gelas ukur untuk mengukur hujan. Penakar hujan ini merupakan penakar hujan standar di Indonesia dan banyak digunakan di Indonesia.

Kelebihan alat ini adalah pengoperasiannya yang mudah, pemasangan mudah, serta pemeliharaan yang relatif mudah. Namun alat ini juga memiliki kekurangan yaitu data yang terbatas karena hanya dapat digunakan untuk curah hujan dengan periode 24 jam saja. Pembacaan hasil dari posisi yang berbeda pun dapat menjadi kesalahan dari alat ini karena menyebabkan hasil akhir yang berbeda.

3.2 Ombrometer Otomatis

Ombrometer otomatis adalah alat pengukur curah hujan yang pencatatannya dilakukan secara otomatis, sehingga lebih efisien jika dibandingkan dengan alat penakar hujan manual.

Alat ini bisa mengukur curah hujan tinggi maupun rendah. Besarnya intensitas hujan dapat ditentukan karena pencatatan juga dilakukan untuk selang waktu tertentu. Contoh ombrometer otomatis yaitu:

  1. Penakar Hujan Tipe Hellman
  2. Penakar Hujan Tipe Bendix
  3. Penakar Hujan Tipe Tilting Siphon
  4. Penakar Hujan Tipping Bucket
  5. Penakar Hujan Tipe Floating Bucket
  6. Penakar Hujan Tipe Weighing Bucket
  7. Penakar Hujan Tipe Optical

3.3 Automatic Weather Station

Automatic Weather Station (AWS)
Automatic Weather Station (AWS)

Automatic Weather Station (AWS) yaitu alat pengukur cuaca otomatis yang dapat digunakan secara lebih efisien dari segi tenaga manusia yang digunakan, sehingga penggunaannya pun dapat dilakukan secara lebih luas.

AWS dapat melakukan pengukuran terhadap parameter-parameter cuaca seperti suhu, curah hujan, kelembaban, lama penyinaran matahari, angin dan lain-lain.

Automatic Weather Station terdiri dari sensor- sensor yang memiliki fungsi berbeda-beda. Pemilihan sensor yang digunakan disesuaikan dengan data apa saja yang dibutuhkan oleh pengguna. Alat ini dapat digunakan pada kondisi ekstrem seperti kemarau dan badai.

Fungsi Automatic Weather Station adalah untuk merekam serta memantau perubahan cuaca secara otomatis dan real-time. Hasil dari pemantauan AWS ini dapat dilihat dalam bentuk grafik. Selain itu, beberapa AWS mempunyai ceilometer yang digunakan untuk mengukur ketinggian pada awan.