Cagar Alam: Pengertian, Tujuan, Manfaat, Sejarah, dan Daftar Cagar Alam

Diposting pada

7. Cara Masuk ke Kawasan Cagar Alam

Kegiatan wisata lebih-lebih kegiatan yang bersifat komersial diatur penuh kehadirannya jika memasuki daerah konservasi cagar alam.

Cara masuk ke kawasan cagar alam harus mematuhi beberapa prosedur.

Salah satunya yakni Anda, kelompok, atau perusahaan harus memiliki Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi).

Untuk memperoleh Simaksi, Anda dapat mengunjungi kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terdekat.

Tata cara memasuki kawasan hutan konservasi ini telah diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor : P.7/IV-SET/2011. Peraturan tersebut meliputi hal-hal berikut ini:

7.1 Jenis Kegiatan yang Diperbolehkan

Berikut adalah berbagai kegiatan yang diperbolehkan dilakukan di salah satu kawasan konservasi ini.

  1. Penelitian dan pengembangan
  2. Ilmu pengetahuan dan pendidikan
  3. Pembuatan film komersial
  4. Pembuatan film non komersial
  5. Pembuatan film dokumenter
  6. Ekspedisi
  7. Jurnalistik

7.2 Persyaratan berdasarkan Jenis Pemohon (WNI/WNA)

Syarat WNA untuk kegiatan Penelitian dan Pengembangan:

  1. Surat keterangan jalan dari kepolisian;
  2. Proposal kegiatan;
  3. Fotokopi paspor;
  4. Surat pernyataan tentang kesanggupan mematuhi ketentuan perundangan;
  5. Surat izin penelitian dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi;
  6. Surat pemberitahuan penelitian dari Kementerian Dalam Negeri;
  7. Surat rekomendasi dari mitra kerja;
  8. Jika untuk kegiatan ilmu pengetahuan dan pendidikan, syaratnya sama dengan poin a-d. Ditambah Surat Rekomendasi dari Mitra Kerja;
  9. Jika untuk kegiatan pembuatan film baik komersial, non-komersial, maupun dokumenter, syarat sama dengan poin a-d. Ditambah Surat Izin Produksi pembuatan film di Indonesia dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sinopsis, daftar peralatan, dan daftar anggota tim.
  10. Jika untuk kegiatan ekspedisi, syarat sama dengan poin a-d. Ditambah surat jalan dari kepolisian, proposal kegiatan, fotokopi paspor, dan surat pernyataan kesanggupan mematuhi peraturan perundangan.
  11. Jika untuk kegiatan jurnalistik, syarat sama dengan poin a-d, poin k, dan ditambah kartu pers dari lembaga yang berwenang.

Syarat WNI untuk kegiatan penelitian dan pengembangan dan ilmu pengetahuan:

  1. Proposal kegiatan;
  2. Fotokopi tanda pengenal;
  3. Surat pernyataan tentang kesanggupan mematuhi peraturan perundangan;
  4. Surat rekomendasi dari Mitra Kerja;
  5. Jika untuk kegiatan pembuatan film dan ekspedisi, syarat sama dengan poin a-d ditambah sinopsis, daftar alat, dan daftar anggota tim;
  6. Jika untuk kegiatan jurnalistik, syarat sama dengan poin a-d ditambah dengan kartu pers dari lembaga berwenang.

7.3 Perihal Lama Pengajuan dan Masa Berlaku

  1. Bila segala persyaratan sudah lengkap, maksimal 3 hari dari berkas permohonan diterima, Simaksi akan diterbitkan.
  2. Bila persyaratan belum lengkap, maksimal 3 hari berkas permohonan akan dikembalikan untuk segera dilengkapi.
  3. Masa berlaku Simaksi dan perpanjangan untuk kegiatan Penelitian dan Pengembangan, paling lama 3 bulan.
  4. Masa berlaku Simaksi dan perpanjangan untuk kegiatan Pengetahuan dan Pendidikan, paling lama 1 bulan.
  5. Masa berlaku Simaksi dan perpanjangan untuk kegiatan pembuatan film, paling lama 14 hari.
  6. Masa berlaku Simaksi dan perpanjangan untuk kegiatan ekspedisi dan jurnalistik, paling lama 10 hari.

8. Larangan Masuk ke Cagar Alam

Kegiatan yang dilarang di cagar alam juga diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor : P.7/IV-SET/2011.

Larangan paling fundamental adalah soal Simaksi, yaitu tidak boleh masuk kawasan konservasi tanpa adanya surat izin.

Selain itu, beberapa larangan di kawasan konservasi ini adalah terkait hal-hal yang tidak termasuk dalam jenis kegiatan yang diperbolehkan.

Berwisata ke kawasan suaka alam ini tidak hanya akan membuat diri Anda rileks, tapi Anda juga bisa sekaligus belajar untuk mengenal lebih jauh satwa dan tumbuhan yang ada di dunia.

Kawasan konservasi ini pun tidak hanya ditujukan untuk anak sekolah yang melakukan studi wisata, namun untuk semua umur dari semua kalangan.

Mari, lestarikan cagar alam!