Cagar Alam: Pengertian, Tujuan, Manfaat, Sejarah, dan Daftar Cagar Alam

Diposting pada

3.2 Masa Penjajahan

Di Jawa, saat masa penjajahan VOC ada peralihan kepemilikan dan penguasaan tanah dari raja ke kompeni atau VOC.

Ada peraturan mengenai hutan, tanah, dan lainnya yang diterapkan menjadi hukum.

Hukum ini sangat membatasi masyarakat pribumi, sementara kepentingan kompeni lebih diutamakan. Lalu, juga ada pemberian izin menebang kayu pada saudagar etnis Cina.

Serta, musnahnya hak ulayat atau hak atas penguasaan hutan desa oleh masyarakat desa di Jawa selama masa penjajahan VOC.

Lalu pada masa penjajahan Hindia Belanda, kawasan hutan ini telah menjadi komoditas penting dengan potensi ekonomi yang strategis.

Adanya hukum yuridis formal yang tertulis yang meniadakan hak dan kekuasaan masyarakat adat terhadap wilayah hutan adat dengan hak ulayat di sekitarnya.

Sementara pada masa penjajahan Jepang, semua hukum dan peraturan yang berlaku tetap dinyatakan berlaku, kecuali jika bertentangan dengan militer Jepang.

Oleh karenanya Jepang berkuasa atas flora, fauna, dan hutan di Indonesia.

3.3 Masa Kemerdekaan

Orde lama tidak sempat melahirkan undang-undang yang mengatur tentang kawasan hutan ini dan kehutanan untuk menggantikan produk kolonial Belanda.

Pada masa pemerintahan orde baru, barulah adanya UU No. 5 Tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kehutanan di Indonesia mulai diberlakukan.

Kemudian sejak era reformasi hingga kini, pembangunan dan pengelolaan salah satu kawasan konservasi ini pengaturannya didominasi oleh pemerintah pusat namun masyarakat diberi kesempatan yang lebih luas untuk mengelola kawasan hutan dan cagar alam di daerahnya.

4. Syarat Dibentuknya Cagar Alam

Cagar alam merupakan kawasan yang dilindungi oleh negara, maka dari itu ada beberapa syarat yang dibutuhkan untuk membentuknya.

Syarat ini dibuat oleh negara dengan berbagai pertimbangan.

Sebuah kawasan ekosistem dapat dibentuk atau dikelola menjadi cagar alam jika memenuhi syarat sebagai berikut.

  1. Memiliki ekosistem yang baik
  2. Terdapat jenis flora dan fauna yang dilindungi
  3. Ekosistem dinyatakan sehat atau belum mengalami kehancuran atau kerusakan parah
  4. Sifat ekosistem masih alami
  5. Luasannya cukup sesuai yang diatur dalam peraturan pemerintah

5. Daftar Cagar Alam di Indonesia

Indonesia memiliki cagar alam yang luar biasa banyaknya. Sampai dengan tahun 2008 setidaknya tercatat lebih dari 273 lokasi yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Daftar lengkap cagar alam yang ada di Indonesia dapat Anda akses di sini.

Jika Anda memiliki waktu luang, main-mainlah ke kawasan suaka alam ini agar pikiran tenang dan hati riang.

Berikut daftar Cagar Alam (CA) di Indonesia terbaik yang bisa Anda kunjungi:

  1. CA Telaga Patenggang, Jawa Barat
  2. CA Maninjau, Agam, Sumatera Barat
  3. CA Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur
  4. CA Waigeo Barat, Raja Ampat, Papua Barat
  5. CA Karang Bolong, Nusakambangan, Jawa Tengah
  6. CA Cibodas Gunung Gede, Cianjur, Jawa Barat
  7. CA Anak Krakatau, Selat Sunda, Lampung
  8. CA Leuweung Sancang, Cibalong, Jawa Barat
  9. CA Teluk Baron, Yogyakarta
  10. CA Gunung Leuser, Nanggroe Aceh Darussalam

6. Pengelolaan

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengatur pengelolaan cagar alam.

BKSDA sebagai unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Sebagai pihak pengelola, BKSDA bertanggung jawab atas kawasan suaka alam atau cagar alam, kawasan konservasi, kawasan suaka margasatwa, serta taman wisata alam.

Tugasnya juga memantau peredaran, perkembangan dan pertumbuhan flora dan fauna di daerahnya, serta memantau upaya penangkaran dan pemeliharaan flora dan fauna yang dilindungi oleh perorangan, perusahaan, dan lembaga-lembaga konservasi terkait.