Burung Rangkong, Burung Suci Suku Dayak

Diposting pada

10. Upaya Konservasi

Rangkong Gading termasuk ke dalam status Appendix I artinya terancam dari segala bentuk perdagangan. Strategi dan Rencana Konservasi (SRAK) untuk Rangkong Gading telah dilaksanakan di Medan, Sumatera Utara yang merupakan salah satu wujud implementasi dari konservasi Burung Rangkong.

Undang-undang No. 5 tahun 1990 tentang Sumberdaya Ekosistem Hayati dan Ekosistemnya mengatur tentang sanksi-sanksi yang didapatkan jika melakukan perburuan liar. PP no 7 Tahun 1999 tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi Burung Rangkong pun masuk ke dalam lampiran satwa yang dilindungi termasuk family Bucerotidae.

Burung Rangkong (instagram.com)
Burung Rangkong (instagram.com)

Sedangkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. P.92/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 tentang perubahan atas Peraturan menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018  tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi beberapa jenis termasuk satwa yang dilindungi yaitu: Enggang Klihingan, Kangkareng Perut-Putih, Kangkareng Hitam, Enggang Jambul, Enggang Papan, Enggang Cula, Enggang Jambul-Hitam, Kangkareng Sulawesi, rangkong Gading, Julang Sulawesi, Julang Sumba, Julang irian, dan Julang Emas.

Hukum yang mengatur tentang perburuan satwa liar adalah UU No. 5 Tahun 1990 tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi menyebutkan barangsiapa yang melakukan perburuan sampai menyebabkan perubahan terhadap ekosistem hutan akan mendapatkan hukum pidana yang sesuai. Terdapat denda yang angkanya bervariasi hingga kurungan penjara yang bervariasi pula.

Itulah beberapa keunikan tentang Burung Rangkong yang merupakan burung suci Suku Dayak. Namun perlu diingat bahwa dewasa ini jumlah Burung Rangkong di habitatnya semakin mengalami penurunan dan sangat dekat dengan kepunahan. Oleh karena itu penting bagi kita untuk menjaga kelestarian Burung Rangkok, agar anak cucu kita kelak dapat menikmati keindahan dari satwa yang satu ini.

Editor:
Mega Dinda Larasati

Gambar Gravatar
Mahasiswi Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan IPB angkatan 53, a travel enthusiast.