Bunga Bangkai: Taksonomi, Habitat, dan Sebaran

Diposting pada

4. Morfologi

Bunga Amorphophallus titanum merupakan tumbuhan berupa terna atau herba dengan letak umbi di bawah tanah berbentuk bulat sedikit gepeng dengan tekstur permukaan kasar.

Bunga Amorphophallus titanum berdaun tungggal (soliter) walau terkadang pada saat masih muda membentuk 2-3 helai daun.

Bunga Amorphophallus titanum mempunyai sebuah seludang.

Seludang adalah bagian atau organ tumbuhan yang berfungsi sebagai pelindung dan menarik serangga untuk meyerbuki bunga betina.  

Bunga Amorphophallus titanum lebih cocok disebut perbungaan daripada disebut sebuah bunga karena termasuk bunga majemuk atau terdiri dari ratusan bunga telanjang (tidak memiliki kelopak dan mahkota bunga) dalam satu tempat yang menjulang ke atas di dalam seludang bernama tonggol.

Tonggol tersusun dari tiga jenis bunga yaitu bunga appendiks, bunga jantan dan bunga betina.

Terpisahnya bunga jantan dan betina menandakan bahwa bunga Armophopallus titanum adalah termasuk tanaman primitif.

Bunga appendiks adalah bunga yang steril atau bunga yang tidak memiliki jenis kelamin dengan letak berada di atas bunga jantan dan betina.

Sedangkan letak bunga jantan berada di antara bunga betina dan bunga appendiks.

Perbedaan bunga jantan dan bunga betina bisa dilihat dari bentuk.

Bunga jantan memiliki kepala sari berbentuk kotak dan menempel pada tonggol, sedangkan bunga betina tidak memiliki kepala sari.

Ukuran tumbuhan Armophopallus titanum pada saat mekar bisa mencapai diameter 1,5 meter dan tinggi 2 meter.

Kebun Raya Bogor mencatat ukuran tanaman tersebut pernah mencapai ketinggian sebesar 3,17 meter pada tahun 2004.

5. Ciri-Ciri

Amorphophallus titanum memiliki beberapa ciri sehingga membuatnya mudah untuk dikenali.

Karakteristik atau ciri yang dimiliki Amorphophallus titanum yaitu memiliki batang yang bernoda serta memiliki daun yang tidak biasa.

Selain itu, flora endemik asli Sumatera ini sendiri dapat tumbuh hingga mencapai diameter sekitar 1,5 meter dan ketinggian sekitar 4 meter.

Perbungaan pada flora endemik asli Sumatera ini memiliki spadix atau tonggol bunga yang menjulang tinggi berwarna kuning kemerahan dan seludang bunga atau spatha dari Bunga Bangkai berwarna ungu kehijauan serta akar yang berupa umbi.

Bunga Bangkai juga memiliki buah berwarna merah cerah atau orange tua dengan bentuk lonjong agak membulat, buah dari Bunga Bangkai tumbuh menggerombol dengan satu biji berbentuk ellipsoid berwarna jingga kemerahan dan ada juga yang berwarna biru keputih-putihan.

Kebanyakan dari Bunga Bangkai sendiri termasuk ke dalam spesies endemik.

Ciri lain tanaman ini yaitu termasuk ke dalam kelompok tumbuhan yang dapat dibudidayakan.

Selama kondisi tempat budidaya sesuai dengan kebutuhan dari Bunga Bangkai, maka tidak menutup kemungkinan Bunga Bangkai dapat mekar seperti di tempat tumbuh alaminya, Pulau Sumatera.

Amorphophallus titanum (instagram.com)
Amorphophallus titanum (instagram.com)

Flora endemik asli Sumatera ini mengeluarkan bau busuk guna mengundang kumbang dan lalat untuk membantu penyerbukan bunganya, bau terkuat terjadi pada saat malam hari.

Bau busuk tersebut muncul melalui asap dari dalam bunga.

Saat Bunga Bangkai menjelang mekar, bagian dalam bunga mengalami peningkatan suhu mencapai 50-60oC sehingga kadang terbentuk asap dari bunga tersebut.

Khususnya dalam kondisi lingkungan yang dingin seperti saat malam hari.

Bunga Bangkai memiliki susunan bunga majemuk (perbungaan atau infloresens)  yang dapat bertahan 3 sampai 4 hari.

Bunga Bangkai akan layu dan kemudian tumbuh pohon baru di atas umbi Bunga Bangkai yang telah mati untuk mengulangi siklus hidupnya.

Hal ini terjadi ketika masa mekar dari Bunga Bangkai telah lewat.