Buah Merah (Pandanus conoideus): Taksonomi, Habitat, dan Morfologi

Diposting pada

5. Morfologi

5.1 Pohon Buah Merah

Pohon buah ini memiliki perawakan yang mirip dengan pandan yang membedakannya dapat dilihat dari morfologi pohon yang dapat mencapai tinggi hingga 16 meter dan tinggi bebas cabangnya sendiri setinggi 5-8 meter dan diperkokoh oleh akar-akar tunjang pada batang di bawah buah.

5.2 Daun Buah Merah

Tumbuhan ini memiliki bentuk daun lanset sungsang dengan warna hijau tua, pangkal daun memeluk batang, ujung daun runcing, dan tepi daun berduri sampai tidak berduri tergantung pada jenisnya. Batang dari tumbuhan ini memiliki cabang yang banyak dan berakar serabut.

5.3 Bunga

Buah merah merupakan tumbuhan sejenis pandan berperawakan rumpun yang berbentuk bercabang dan perbungaan tidak mengenal perbungaan jantan, sedangkan perbungaan betina berupa bonggol berbentuk lonjong silinder, seluruhnya terbungkus oleh braktea yang kekuning-kuningan, kepala putik pipih, berwarna kehitamam-hitaman agak lebar (Stone 1997 dalam Santoso et al. 2011).

5.4 Morfologi Buah

Morfologi buah merah dapat dibedakan dengan buah lainnya yang pasti berwarna merah. Buah ini berbentuk lonjong dengan kuncup tertutup. Panjang buah mencapai 96-102 cm, diameter 15-20 cm dan bobot mencapai 7-8 kg. Saat matang buahnya berwarna merah marun terang yang berbeda disaat muda yang berwarna hijau. Meskipun begitu, ada juga jenis buah tumbuhan ini yang berwarna coklat dan coklat-kekuningan (Budi dan Paimin 2004). Menurut Santoso et al. (2011) terdapat empat tahapan perkembangan buah kaya manfaat ini yaitu buah muda, agak matang, matang dan lewat matang.

Kultivar buah ini dapat dibedakan berdasarkan warna buah, ukuran buah, dan bentuk buah. Kultivar yang dikenal adalah kultivar kuning pendek, kuning panjang, merah panjang, merah sedang, merah coklat, dan merah pendek.

Pada umumnya, tumbuhan ini berumur hingga 10 tahun, berbuah pada umur 3-5 tahun, dan umur buah sampai panen mencapai 3-4 bulan. Tanaman ini tumbuh secara bergerombol di dekat aliran sungai dengan kerapatan 12-30 individu setiap rumpun. Akar tunjang buah ini berukuran 0,2-3,5 m, lingkar akar 6-20 cm, berwarna coklat dan memiliki bercak putih, serta permukaan berduri dan berbentuk bulat.

6. Khasiat dan Manfaat

Buah merah mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti karbohidrat, protein, kalori, lemak sehat, dan antioksidan yang sangat tinggi seperti vitamin E, alfa-karoten, vitamin C, beta-karoten dan zat antosianin.

Bagi penduduk Papua, diyakini bahwa buah ini memiliki khasiat mengobati berbagai jenis penyakit degeneratif seperti stroke, rheumatoid arthritis, diabetes, kolestrol, penyakit jantung, asam urat, arteosklerosis dan kanker (Budi dan Paimin 2004).

Ekstrak minyak buah merah juga dapat digunakan sebagai pengganti minyak sayur. Minyak buah merah mengandung antioksidan tinggi yang baik jika dikonsumsi oleh tubuh dan berkhasiat sebagai obat berbagai penyakit.

Sayangnya, harga minyak ini memiliki harga yang mahal sehingga tak banyak orang dapat memakainya. Di tahun 2018 saja, harga ekstrak minyak buah ini dibandrol seharga Rp1.500.000 per liter. Sementara untuk harga buah segarnya sendiri bisa mencapai Rp20.000-Rp.50.000 per buah.

Selain dijadikan minyak, buah merah juga dimanfaatkan sebagai campuran masakan sayur/ umbi-umbian, kosmetik, sabun, roti kering, pewarna dan pakan ternak. Buah ini juga digunakan untuk upacara masyarakat lokal. Upacara bakar batu adalah salah satu yang memanfaatkan buah merah yang dimasukan sebagai bahan penyedap.

Warna merah dari buah merupakan senyawa karotenoid. Senyawa karotenoid merupakan pigmen yang terdapat dalam kromoplas. Karotenoid (alfa dan beta) memang terkandung secara dominan dalam buah ini. Dalam bidang kesehatan karotenoid baik digunakan untuk kesehatan mata karena mengandung vitamin A. Karotenoid juga kaya antioksidan untuk mencegah radikal bebas yang memicu terjadinya kanker.

Buah ini juga kaya akan manfaat untuk mencegah berbagai gangguan kesehatan, berikut disajikan beberapa manfaat buah merah bagi kesehatan: