Beruang Madu (Helarctos malayanus): Taksonomi, Status Kelangkaan, Morfologi, dan Konservasi

Diposting pada

9. Upaya Konservasi

Ancaman terhadap kepunahan spesies ini cukup sangat memprihatinkan. Upaya dalam melakukan konservasi terhadap beruang madu telah dilakukan oleh berbagai pihak. Sejak tahun 1979, binatang jenis ini telah dimasukkan kedalam CITES Apendix I (Appendix I of the Convention on International Trade in Endangered Species).

CITES sendiri merupakan badan konvensi perdagangan internasional tumbuhan serta satwa liar. Sehingga dalam hal ini perburuan serta perdagangan beruang madu telah dilarang. Selain CITES, mereka juga dilindungi oleh undang-undang di Indonesia.

Undang-undang yang memuat binatang ini adalah PP No. 7 Tahun 1999 dan UU No. 5 tahun 1990. Dalam UU No. 5 tahun 1990 menyatakan bahwa barang siapa saja yang dengan sengaja menangkap, melukai, dan membunuh binatang yang dilindungi UU terancam hukuman kurungan 5 tahun serta denda sebesar Rp 100.000.000.

Konservasi pada beruang madu untuk kedepannya harus sangat difokuskan, terutama pada habitat tempat tinggal serta sumber makannya. Manajemen yang baik serta supremasi hukun yang tegas terhadap pelanggaran akan meminimalisir jumlah jenis ini untuk diburu. Selain itu hal lain yang dapat dilakukan adalah menghentikan perdagangan illegal dan mengurangi konflik antar satwa dengan penduduk di sekitar wilayah hutan.

Salah satu upaya lain yang dilakukan oleh Indonesia untuk mencegah kepunahan dari spesies langka ini adalah dengan membuat tempat perlindungan beruang madu di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dengan luas area yang dibangun mencapai 58 hektare. Kerja sama yang dilakukan untuk membangun tempat ini dijalin oleh Yayasan Semboja Lestari dengan BOS (Ballikpapan Orangutan Survival).

Dari uraian yang telah dijabarkan, sayangnya dari berbagai jenis beruang yang hidup di dunia, beruang madu merupakan jenis yang paling sedikit diteliti oleh peneliti Indonesia dan dunia. Padahal seiring dengan berjalannya waktu, beruang jenis ini mengalami keterancaman yang sangat tinggi dibanding beruang lain. Kerusakan habitat serta terdesaknya populasi yang disebabkan oleh berbagai badan hingga manusia.

Apabila Anda sebagai mahasiswa dalam bidang biologi maupun konservasi masih bingung untuk menemukan topik penelitian, maka beruang madu adalah solusi yang tepat serta menarik untuk diangkat. Penelitian yang Anda lakukan juga dapat membantu beruang madu untuk mempertahankan habitat serta hidupnya.