Beruang Madu (Helarctos malayanus): Taksonomi, Status Kelangkaan, Morfologi, dan Konservasi

Diposting pada

4. Makanan

Beruang madu adalah binatang pemakan segala (omnivora) yang berada di hutan. Mereka memakan berbagai jenis buah-buahan serta tanaman hutan hujan tropis. Seperti namanya, beruang jenis ini juga memakan madu dan anak lebah sebagai makanan konsumsi kesukaannya. Ia akan menggunakan cakarnya untuk merobek sarang lebah agar mendapatkan madu dan larva lebah tersebut.

Apabila mereka memakan buah, biji yang berada dalam buah tersebut ditelan secara utuh sehingga akan dikeluarkan kembali saat buang air besar dalam keadaan utuh. Setelah biji yang tertelan dibuang maka biji tersebut akan tumbuh menjadi tanaman.

Hal ini juga membuat beruang jenis ini berperan penting dalam penyebaran biji tumbuhan buah di hutan. Bila beruang madu tidak lagi memiliki wilayah untuk mencari makanan maka mereka akan merusak lahan pertanian dan tanaman kebun penduduk yang berada di sekitar tempat habitat mereka.

Mereka juga akan memakan serangga, burung, serta binatang kecil lainnya. Selain madu, makanan kegemarannya adalah bagian lunak dari tanaman (termasuk rotan). Komponen makanan yang ia konsumsi seperti serangga juga sangat tinggi. Bahkan terkadang ia juga memakan telur burung, tikus, cacing, dan berbagai jenis binatang yang memiliki ukuran lebih kecil dari tubuhnya.

5. Habitat dan Wilayah Jelajah

Beruang madu dapat hidup di berbagai macam habitat. Tempat hidup mereka sebagian besar berada di berbagai jenis hutan pada ketinggian 1.500 mdpl. Namun ada juga yang hidup di lahan-lahan pertanian milik warga.

Mereka biasanya berada di pepohonan pada ketinggian kurang lebih 2 – 7 meter dari permukaan tanah. Membuat sarang dari dahan-dahan kecil yang dikumpulkan untuk tidur, hal ini sangat mirip dilakukan oleh orangutan, namun sarang mereka kurang tersusun rapi dan berada dekat dengan batang pohon.

Kebiasaan yang dilakukan binatang jenis ini adalah mematahkan cabang-cabang pohon ataupun membuat cabang pohon tersebut melengkung. Habitat beruang madu di Asia Tenggara sebagian besar habitatnya berada di hutan hujan tropis, hutan primer, dan hutan sekunder.

Kriteria hutan hujan tropis sangat disukai oleh spesies ini karena berada di dekat garis equator, di mana iklim sepanjang tahun hangat dan basah sehingga menghasilkan sumber makanan yang berlimpah.

Beberapa cacatan yang terdahulu, beruang madu memiliki wilayah jelajah yang sangat luas. Beruang jenis ini pernah ditemukan di Tibet bagian timur dan Pulau Jawa. Beruang madu betina mampu menjelajah hingga 500 hektare, dan untuk beruang madu jantan kurang lebih 1.500 hektare.

Wilayah yang dijelajah oleh mereka tergantung dengan ketersediaan makanan serta tempat tinggal. Namun habitat mereka tidak bertahan lama karena perusakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Perusakan habitat dilakukan agar para oknum (manusia) dapat memburu binatang tersebut dengan mudah.

6. Sebaran

Sebaran beruang madu mulai dari Indonesia hingga seluruh bagian Asia Tenggara. Hutan hujan tropis yang dirasa sebagai habitat dari binatang jenis ini adalah wilayah Sumatera, Borneo, Indocina, Burma, Cina Selatan, hingga Semenanjung Malaya.

Oleh sebab itu menurut sebarannya yang sebagain besar di wilayah tropis, beruang madu tidak membutuhkan waktu hibernasi yang Panjang seperti pada wilayah empat musim. Hal ini lah yang dapat membedakan binatang jenis ini dengan beruang lain.

Pada masa lalu, sebaran mereka hampir berada di seluruh benua Asia, namun sebarannya menjadi sangat berkurang akibat berbagai macam permasalahan yang menyebabkan fragmentasi dan kehilangan habitat (tempat tinggal).