Bekantan, Monyet Berhidung Panjang yang Terancam Punah

Diposting pada
  1. Menetapkan titik areal habitat Bekantan yang relatif aman sebagai areal perlindungan Bekantan.
  2. Sosialisasi terhadap masyarakat mengenai keanekaragaman hayati dan peran penting keanekaragaman hayati dalam melestarikan alam dan lingkungan.
  3. Menerapkan ekowisata berbasis kegiatan konservasi ex-situ di seluruh Pulau Kalimantan yang bertujuan untuk melestarikan Bekantan di alam.
  4. Pengamatan Bekantan di areal hutan mangrove bersamaan dengan wisata riset untuk mahasiswa lokal, nasional, dan internasional.

Selain upaya pelestarian Bekantan yang dilakukan oleh pemerintah, ternyata pada tahun 2016 kemarin sepasang anak kembar (Gabriella dan Giovanna) melakukan aksi nyata untuk melindungi Monyet Berhidung Panjang ini. The Bekantan Twins Project merupakan kegiatan penggalangan dana untuk pembangunan konservasi Bekantan di Pulau Bakut. Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat Indonesia untuk ikut berperan aktif dalam upaya penyelamatan primata dari kepunahan, khususnya Bekantan.

Saat ini tercatat hanya sekitar 1.000 ekor Bekantan yang hidup di alam liar dan sebagian taman nasional di Kalimantan. Hal ini diakibatkan semakin rusaknya habitat meraka di alam liar karena aktivitas manusia yang tidak bertanggungjawab. Semoga dengan upaya-upaya yang dilakukan oleh semua pihak membuat Bekantan terhindar dari kepunahan dan menjadi penyeimbang ekosisitem di hutan lahan basah.

Referensi:

Kartono AP. 2008. Karakteristik Habitat dan Wilayah Jelajah Bekantan di Hutan Mangrove Kalimantan Barat. Media Konservasi, 13(3): 1 – 6.

www.wwf.or.id/?51382/nasib-bekantan-di-kalimantan

https://m.cnnindonesia.com?teknologi/20160617113940-199-138881/melindungi-bekantan-dari-kepunahan

 

Editor: Mega Dinda Larasati