Pengertian, Jenis, Dampak, dan Pengendalian Banjir

Diposting pada

5. Pengendalian Banjir

Ada berbagai macam cara atau tindakan yang dapat dilakukan sebagai upaya pengendalian banjir. Tentunya upaya pengendalian bencana ini harus dilakukan oleh seluruh pihak agar membuahkan hasil yang baik. Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan oleh kita:

  1. Tidak membuang sampah sembarangan ke aliran air seperti danau, sungai, selokan dan lain sebagainya. Hal ini bertujuan agar aliran air tetap berjalan dengan baik dan tidak tersumbat.
  2. Melakukan pengerukan pada aliran air (danau, sungai, dan selokan) yang sudah mengalami pendangkalan agar kapasitas penampungan volume air lebih besar. Selain itu, harus dilakukan juga pembersihan aliran dari sampah secara berkala.
  3. Membangun sistem pemantauan dan peringatan banjir yang baik pada daerah-daerah rawan banjir.
  4. Melakukan penanaman pohon di daerah bantaran sungai. Hal ini bertujuan agar akar-akar pohon mampu menahan tanah dan menyerap air hujan sehingga memperkecil terjadinya erosi maupun longsor yang dapat menyebabkan pendangkalan sungai.
  5. Membangun tanggul atau waduk atau dam pengendali air untuk menampung volume air sungai yang sewaktu-waktu dapat meluap. Bangunan pengendali air ini juga dapat digunakan untuk mengendalikan aliran air misalnya untuk irigasi persawahan.
  6. Membuat atau menyediakan area peresapan air sehingga air yang ada di permukaan tidak menggenang dan menjadi limpasan. Selain itu, lubang biopori dan lubang resapan juga dapat dibuat agar air di permukaan lebih cepat masuk ke dalam tanah. Sumur resapan juga dapat dibuat di daerah paling rendah pada suatu daerah. Selain sebagai salah satu upaya pengendalian banjir, sumur resapan juga akan membantu memasok kembali air tanah.

6. Pemodelan Kejadian Banjir

Teknologi yang berkembang dengan pesat sangat membantu manusia dalam berbagai hal, begitu pun teknologi dalam bidang hidrologi. Aplikasi teknologi dalam bidang hidrologi salah satunya adalah adanya pemodelan kejadian banjir dengan menggunakan berbagai aplikasi komputer. Adanya informasi mengenai kejadian banjir akan sangat membantu manusia dalam menentukan berbagai keputusan sehingga mampu meminimalisir akibat atau dampak dari bencana alam ini.

6.1 Sistem Informasi Geografis (SIG)

Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat dimanfaatkan dalam proses pemetaan termasuk dalam pembuatan peta kerawanan banjir. Sistem Informasi Geografis (SIG) akan menyajikan informasi mengenai penentuan tingkat kerentanan banjir serta dapat menganalisis dan memperoleh informsi baru dalam mengidentifikasi daerah-daerah rawan banjir.

6.2 Soil And Water Assessment Tools (SWAT)

Soil And Water Assessment Tools (SWAT) merupakan model kejadian kontinyu untuk skala area berupa Daerah Aliran Sungai (DAS) yang beroperasi secara harian. SWAT dirancang untuk memprediksi berbagai dampakĀ  pengelolaan terhadap air, sedimen, dan lain sebagainya pada suatu DAS yang tidak memiliki alat pengukuran. SWAT juga dapat digunakan dalam pemodelan kejadian banjir sehingga aplikasi ini dapat menjadi instrumen dalam penentuan berbagai kebijakan pada suatu DAS.

7. Banjir Paling Dahsyat

Bencana Banjir di Tiongkok

Banjir memang sudah sering melanda berbagai daerah di belahan bumi ini. Bencana ini dapat terjadi dalam skala yang kecil yang tidak menimbulkan kerugian yang berarti. Namun, bencana ini juga dapat terjadi secara mendadak dengan skala besar dan kekuatan yang besar pula sehingga menyebabkan dampak atau kerugian yang besar, bahkan hingga memakan korban jiwa.

Dikutip dari Brilio.net berikut ini beberapa kejadian banjir paling dahsyat yang pernah terjadi di berbagai belahan dunia:

7.1 Banjir Lumpur di Vegas, Venezuella

Banjir lumpur ini terjadi pada bulan Desember 1999 di negara bagian Vegas. Bencana yang terjadi di sana sangat dahsyat sehingga membuat 10% dari populasi penduduk di sana harus kehilangan nyawa mereka. Kerugian yang diakibatkan oleh bencana ini juga sangat besar yaitu kurang lebih senilai Rp 40.5 Triliun.