Banjir Bandang: Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Mitigasi Bencana

Diposting pada

3. Penyebab

Banjir bandang sama seperti bencana-bencana lainnya. Logikanya bencana tidak terjadi dengan sendirinya. Terdapat faktor-faktor yang menjadi pemicu bencana ini dapat terjadi. Faktor-faktor penyebab banjir ini dapat berasal dari alam maupun ulah perbuatan manusia.

3.1 Hujan Deras

Hujan deras yang tak kunjung reda adalah salah satu faktor pemicu dari bencana air bah dapat terjadi. Hujan yang lebat dan dalam waktu yang lama membawa debit air yang besar dan dapat meningkatkan debit air yang ada di permukaan tanah sehingga menimbulkan genangan air. Air yang ada di sungai-sungai pun dapat meluap dan ikut menggenangi suatu wilayah.

3.2 Adanya Bendungan di Daerah Hulu

Pemicu kedua adalah keberadaan bendungan di daerah hulu. Daerah hulu merupakan daerah yang memiliki ketinggian yang lebih tinggi dibanding sekitarnya dan akan mengalirkan air ke tempat yang lebih rendah.

Ketika terdapat bendungan di hulu dan sudah penuh terisi oleh air, tumpahan air akan menuju ke daerah lain yang lebih rendah, dan akan menyebabkan banjir bandang di daerah tersebut.

3.3 Sampah

Penyebab selanjutnya adalah aktivitas manusia berupa pembuangan sampah sembarangan. Tidak jarang kita jumpai sampah-sampah yang berada bukan pada tempatnya (berada di sungai), bahkan berada di tempat yang seharusnya untuk air mengalir. Sampah dapat menyumbat dan membendung aliran air sehingga air akan meluap.

Pembuangan sampah ke sungai dapat menimbulkan pendangkalan dasar sungai karena sampah dapat mengendap di dasar sungai. Dengan terjadinya pendangkalan dasar sungai ini, volume air yang dapat ditampung oleh sungai akan berkurang sehingga ketika debit aliran air yang masuk melebihi daya tampung sungai maka luapan air sungai tidak dapat terhindarkan. Meluapnya air sungai inilah yang nantinya dapat memicu terjadinya banjir bandang.

3.4 Bangunan dan Rusaknya Hutan

Faktor lain yang juga dapat menyebabkan terjadinya air bah adalah kegiatan mendirikan bangunan di sekitar pinggiran sungai (sempadan sungai) dan penggundulan hutan.

Sepanjang kanan kiri sungai adalah areal yang berfungsi untuk menyerap air hujan guna menghindari luapan air sungai berlebih. Keberadaan bangunan di pinggiran sungai mengurangi daya serap air sehingga banjir ini akan lebih mudah terjadi.

Begitu juga keberadaan pepohonan, pepohonan dapat menyerap dan mengikat air agar dapat tersimpan di dalam tanah. Penanaman pohon sangat diperlukan untuk menjaga struktur tanah tetap kokoh dan memperkuat daya ikat air terhadap tanah. Penggundulan hutan akan mengakibatkan berkurangnya daya serap air secara drastis dan kemungkinan terjadinya banjir bandang akan meningkat.

Itulah beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya banjir bandang. Sekarang Anda juga mengetahui bahwa terdapat aktivitas manusia yang juga ikut andil dalam terjadinya bencana ini.

4. Tanda-Tanda akan Adanya Banjir Bandang

Banjir bandang memiliki karakteristik yakni terjadi secara tiba-tiba, meskipun begitu bukan berarti bencana ini tidak memiliki tanda-tanda yang dapat digunakan untuk memprediksi bahwa bencana ini akan terjadi.

4.1 Perubahan Warna Air Sungai

Salah satu peristiwa yang menandakan bahwa banjir bandang akan terjadi adalah penampakan perubahan warna pada air sungai yang tiba-tiba menjadi keruh. Perubahan warna ini dapat mengindikasikan bahwa semakin banyaknya material seperti tanah maupun lumpur yang terbawa oleh arus air.

4.2 Adanya Benda yang Tidak Biasa dalam Aliran Sungai

Tanda akan terjadinya banjir bandang yang selanjutnya adalah terdapatnya cabang maupun ranting pohon dan sampah yang banyak terbawa oleh arus sungai. Hal ini dapat mengindikasikan adanya perubahan di aliran air dari tempat yang lebih tinggi sehingga ranting-ranting pohon dan sampah yang sebelumnya tidak ada di sungai dapat terbawa oleh aliran sungai.