Bambu: Pengertian, Morfologi, dan Potensi

Diposting pada

9. Potensi

Banyak potensi sumberdaya alam di Indonesia yang belum dikembangkan dan bahkan belum disadari oleh masyarakat. Salah satunya adalah potensi bambu di Indonesia. Sebagian besar masyarakat Indonesia sudah mengetahui banyak hal terkait manfaat tanaman tersebut.

Namun tidak semuanya menyadari bahwa potensi tanaman ini di Indonesia dapat dikembangkan menjadi industri-industri kreatif yang mampu mendulang pasar dunia di masa depan. Padahal Indonesia saat ini menduduki peringkat ketiga pengekspor bambu di dunia, setelah India dan Tiongkok.

Hal ini mengindikasikan bahwa tanaman ini mudah diperoleh di Indonesia dan sangat potensial dijadikan industri karena bahan baku yang melimpah.

Jika industri kreatif bambu dapat dikembangkan di Indonesia, tidak menutup kemungkinan perekonomian masyarakat Indonesia akan meningkat dan bahkan tidak menutup kemungkinan Indonesia akan menguasai pasar tanaman ini dan menjadi sentra bambu di dunia.

Bambu yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan berbagai produk yang semula berbahan baku kayu, sangat berpotensi menjadi hasil hutan bukan kayu yang mampu menjadi substituen kayu yang saat ini sudah mulai dibatasi pemanenannya.

Terbatasnya jumlah kayu yang ada mengakibatkan harga barang yang berbahan baku kayu menjadi mahal. Masyarakat pasti akan berpikir untuk mencari alternatif barang lain dengan kegunaan yang sama namun berasal dari bahan yang lebih ekonomis. Oleh karena itu, peran tanaman ini sangat diperlukan untuk menjawab kelangkaan kayu di masa yang akan datang.

Advertisement nature photography

Setelah membaca artikel di atas apakah Anda tertarik untuk menjadi pengusaha bambu? Apakah Anda sudah menyadari betapa ajaibnya tanaman ‘ndeso’ ini?

Jika sudah, galilah terus pengetahuan tentang bambu dan jadilah pengusahan tanaman ini pertama di Indonesia yang sukses menjadikan Indonesia sebagai sentra bambu terbesar di dunia.

Ada pepatah yang mengatakan majulah seribu langkah ketika orang lain hanya maju selangkah lho.

 

Editor:
Mega Dinda Larasati