Aksi 9R dalam Pengelolaan Sampah demi Lingkungan yang Lebih Baik

Diposting pada
  • Mengurangi penggunaan sampah plastik, kertas, styrofoam, kaca, dan lain sebagainya.
  • Tidak menggunakan material berlebihan karena nantinya akan berdampak menjadi sampah yang mencemari lingkungan, seperti kertas, plastik, kaca, styrofoam, dan lain sebagainya.

 

2. Reuse (Menggunakan kembali)

Kegiatan menggunakan kembali barang-barang yang masih layak pakai. Hal ini bertujuan untuk mengurangi adanya pembuangan sampah.

Contoh:

  • Kantong plastik bila sudah digunakan, namun dapat digunakan kembali dengan cara mengumpulkan plastik dan menggunakannya bila perlu.
  • Ketika kertas sudah digunakan, manfaatkanlah kembali dan gunakan sebaik mungkin. Misalnya kita sudah mencatat di kertas, namun kita juga dapat menggunakan kertas tersebut untuk mencatat sesuatu kembali bila perlu.

 

3. Recycle (Daur ulang)

Kegiatan mengolah kembali barang bekas dengan cara mengelola materinya untuk dapat digunakan lebih lanjut. Tak hanya itu, kegiatan ini juga dapat bermanfaat untuk mengembangkan perekonomian karena kita telah mendaur ulang dari sampah menjadi barang-barang yang berguna.

Contoh:

  • Memanfaatkan dan mengelola sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos dan bio-energy.
  • Mendaur ulang kertas bekas menjadi kerajinan, benda seni, bahkan fashion
  • Menjadikan pelastik sebagai barang yang berguna dan dapat menghasilkan pundi-pundi uang, misalnya berupa pelastik detergen bisa dimanfaatkan sebagai payung, tas, dompet, jas, dan lain sebagainya. Sedangkan botol plastik bisa kita manfaatkan sebagai tempat pensil, lampion, lampu tidur, tempat makanan kecil, dan lain sebagainya
  • Mengelola sampah kaca menjadi barang yang estetika dan mempunyai nilai seni dan ciri khas tersendiri, yaitu sampah kaca menjadi bingkai foto, lampu tidur, dan lain sebagainya
  • Mengelola kain flanel bekas menjadi fashion dan kerajinan tangan
  • Memanfaatkan pakaian yang tidak terpakai menjadi barang baru berupa tas, pakaian baru, sarung bantal dan guling, dan lain sebagainya.
  • Mendaur ulang sampah popok menjadi pupuk dan kompos seperti yang telah dilakukan di Jepang

 

4. Replace (Menggunakan kembali dan mengganti fungsi)

Kegiatan untuk memakai barang alternatif yang sifatnya lebih ramah lingkungan atau kegiatan mengganti pemakaian suatu barang.

Contoh:

  • Menggunakan pelastik banyak, namun mengelolanya menjadi tas
  • Memanfaatkan sampah-sampah organik yang berasal dari tubuh hewan, seperti jeroan ikan menjadi bio-energy

 

5. Repair (Memperbaiki)

Kegiatan melakukan pemeliharaan atau perawatan agar tidak menambah produksi sampah.

Contoh:

  • Sepatu rusak bisa diperbaiki dengan di sol
  • Tas dan pakaian sobek bisa diperbaiki dengan dijahit
  • Guci  yang terbuat dari kaca, bisa diberi lem kayu
  • Payung rusak bisa diservis
  • Barang-barang elektronik rusak bisa diservis

 

6. Rethink (Pikir kembali)

Kegiatan ini bertujuan agar tidak merusak atau mencemari lingkungan.

Contoh:

  • Cermati kembali untuk tidak berlebihan dalam menggunakan bahan yang bersifat sulit terurai, seperti kertas, plastik, styrofoam, gabus.
  • Sebelum membuang sampah sembarangan, ingat kembali akan dampak yang dirasakan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan baik jangka pendek maupun jangka panjang.

 

7. Respect (Menghormati)

Kegiatan ini dilakukan dengan cara memberi penghargaan kepada lingkungan dengan menjaga lingkungan.

Contoh:

  • Tidak membuang sampah sembarangan ke sungai
  • Tidak menggunakan barang-barang yang menjadi sampah sulit terurai
  • Menghemat penggunaan material atau barang-barang
  • Memanfaatkan dan mengelola kembali sampah baik yang sulit terurai maupun yang mudah terurai menjadi sesuatu yang bermanfaat

 

8. Reteach (Mengajarkan kembali)

Kegiatan ini dilakukan dengan cara memberi edukasi kepada orang lain tentang pentingnya menjaga lingkungan dan bahayanya akan sampah di lingkungan.

Contoh: