Air Tanah: Pengertian, Jenis, Akuifer, Manfaat, dan Pencemaran

Diposting pada

8.2 Berdasarkan Kandungan Zat Padat Terlarut

Kategori air dari dalam tanah yang dapat dimanfaatkan adalah air dengan kandungan zat padat terlarut berbahaya tidak kurang dari 10%. Adanya zat padat terlarut tertentu ini terjadi secara alami akibat dari pelapukan atau pelarutan batuan oleh tanah.

Apabila dalam air tersebut jenis dan jumlah kandungan zat padat terlarut rendah maka air dipastikan tidak tercemari oleh zat-zat yang membahayakan kesehatan. Air yang memenuhi kriteria sebagai bahan baku pengolahan air minum dan keperluan rumah tangga lainnya adalah air yang memiliki standar padatan terlarut maksimum 500 mg/l.

8.3 Berdasarkan Kandungan Ion

Indikator lainnya yang digunakan untuk melihat kualitas air yaitu kandungan ion dalam air. Air dari dalam tanah banyak mengandung ion-ion di antaranya anion dan kation.

Anion yang dominan dan banyak terlarut yaitu Cl, SO42- dan HCO3– sedangkan kation yang dominan dan banyak terlarut yaitu Na+, Mg2+ dan Ca2+. Ada juga beberapa ion yang bersifat racun seperti Sn, Co, Pb, Hg, As, Cr dan Cd.

9. Manfaat Air Tanah

Mata Air
Mata Air

Menurut Kodoatie (2012) terdapat beberapa manfaat dari air yang berasal dari dalam tanah yaitu menjadi sumber air bagi flora, fauna, dan manusia. Manfaat terpenting air ini yaitu sebagai bagian dari siklus hidrologi, di mana persediaan air besih sangat dibutuhkan oleh semua mahluk hidup demi keberlangsungan hidup mereka.

Manusia memanfaatkan air yang berasal dari dalam tanah dalam beberapa hal, berdasarkan urutan prioritasnya, air tanah dimanfaatkan untuk air minum, rumah tangga, peternakan dan pertanian, irigasi, serta industri.

Advertisement nature photography

Rumah tangga biasa memanfaatkan air yang berasal dari dalam tanah untuk air minum, dan kebutuhan rumah tangga lainnya seperti mandi, mencuci, memasak, dan lain sebagainya.

Industri memerlukan air dari tanah untuk bahan baku serta proses industri. Industri memerlukan persediaan air yang banyak apalagi industri yang memang berhubungan langsung dengan produksi air dan turunannya.

Pembangunan industri sendiri menyebabkan berkurangnya daerah resapan air sehingga air tanah semakin berkurang. Pembangunan industri juga menyebabkan persediaan air tanah lebih cepat berkurang akibat kebutuhan industri akan air dari tanah yang cukup banyak.

Irigasi juga biasanya menggunakan air dari tanah. Irigasi yang menggunakan air ini dimanfaatkan untuk pertanian dan kebutuhan lainnya. Pada irigasi, terdapat metode irigasi semprot yang menjadi salah satu bentuk pengimbuhan air dari dalam tanah. Dengan adanya irigasi memudahkan petani dalam mengelola sawah yang harus selalu tergenangi air.

Air dari tanah pun menjadi sumber persediaan air terutama di daerah yang berhenti aliran sungainya akibat musim kemarau panjang dan terjadi kekeringan.

10. Pencemaran Air Tanah

Air tanah dapat tercemar oleh berbagai bahan-bahan kimia berbahaya yang dapat berasal dari limbah-limbah industri, rumah tangga, dan pertanian. Pencemaran air dapat diakibatkan oleh polusi air yang berasal dari limbah-limbah pabrik yang dibuang di sungai, waduk, danau atau daerah tangkapan air dengan tidak terlebih dahulu melakukan pengolahan limbah.

Seharusnya setiap pabrik mempunyai amdal masing-masing terkait pengolahan limbah hasil produksi seperti pembuatan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), sehingga limbah yang dibuang di sungai atau daerah tangkapan air lainnya sudah tidak menyebabkan polusi air.

Air yang sudah tercemar oleh bahan-bahan kimia berbahaya mengakibatkan nilai pH air tersebut menjadi tidak lagi netral, nilai pH-nya dapat terlalu asam maupun terlalu basa sehingga tidak dapat lagi digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Pencemaran air tanah pun membuat warna air tidak lagi jernih sebagaimana biasanya. Perubahan warna tersebut diakibatkan oleh kontaminasi bahan-bahan kimia berbahaya. Selain perubahan warna, air yang tercemar juga menimbulkan bau tak sedap yang menandakan bahwa air tersebut sudah tak layak untuk digunakan apalagi untuk dikonsumsi.

Pencemaran air ini juga menimbulkan peningkatan suhu air tanah yang mempengaruhi banyak hal, seperti konstruksi bangunan terganggu karena terjadi percepatan reaksi kimia pada temperatur yang tinggi tersebut dan mengakibatkan melambatnya pertumbuhan pohon-pohon.

Air tanah yang tercemar juga dapat dilihat dari jumlah padatan terlarut. Apabila air tersebut tercemar oleh limbah-limbah industri, rumah tangga, pertambangan, dan lain-lain maka jumlah padatan terlarut akan meningkat. Jumlah dan jenis padatan terlarut dapat dijadikan sebagai indikator terjadinya pencemaran air tanah dan dapat menentukan tingkat pencemaran air tersebut.

Pencemaran air ini akan berdampak terhadap menurunnya cadangan air dalam tanah. Padahal cadangan air ini sangat diperlukan jika kekeringan melanda di suatu daerah. Selain itu, pencemaran air ini akan menurunkan ketersediaan air bersih untuk keperluan sehari-hari masyarakat. Dengan adanya cadangan air tersebut, salah satu permasalahan kekurangan air bersih dapat teratasi.

Air bersih sangat penting untuk keperluan rumah tangga seperti untuk minum dan mandi. Oleh karena itu, pencemaran air harus diminimalisir dengan cara paling sederhana yaitu tidak membuang sampah ke sungai, tidak membuang limbah rumah tangga langsung ke sungai, dan industri harus bertanggung jawab atas lingkungan air di sekitarnya.

Gambar Gravatar
Mahasiswa IPB, Departemen Manajemen Hutan yang berasal dari Pangandaran, Kelahiran Desember 1998. Sekarang aktif dalam Himpunan Mahasiswa Manajemen Hutan.