Abrasi: Pengertian, Penyebab, Mekanisme, Dampak, dan Pencegahan

Diposting pada

6. Contoh Kejadian Abrasi di Indonesia dan Dunia

Contoh Kejadian Abrasi
Contoh Kejadian Abrasi

Kasus abrasi sudah banyak terjadi di Indonesia, salah satunya di pantai utara Jawa Tengah.

Di daerah tersebut abrasi sudah mencapai 5.500 hektare yang meliputi 10 kabupaten atau kota. Salah satu abrasi terparah terjadi di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Permasalahan yang muncul di daerah tersebut pasca abrasi cukup berat terutama terkait dengan menurunnya fungsi lahan dan air laut yang menggenangi kawasan tambak seluas 582,8 ha selama lima tahun dan kemudian menghilang (Bappeda Demak 2000).

Hal tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Demak merupakan wilayah yang terkena dampak abrasi paling parah di Jawa Tengah. Bahkan di Kecamatan Sayung banyak lahan permukiman dan lahan tambak yang hilang sehingga masyarakat kehilangan mata pencaharian mereka dan berakibat langsung terhadap penurunan kualitas hidup masyarakat setempat. Nelayan, petani, dan petambak yang menggantungkan hidupnya pada hasil laut merasa sangat dirugikan.

Kondisi sumber daya alam dan lingkungan pesisir yang rentan akan berpengaruh terhadap aspek sosial ekonomi dan sosial budaya penduduk. Kegiatan-kegiatan tersebut misalnya industri (berpotensi menimbulkan akresi, pencemaran, dan abrasi), reklamasi (pola arus berubah yang mengakibatkan terjadinya akresi dan abrasi), perumahan (limbah padat), pertanian (pencemaran, sedimentasi), dan kegiatan transportasi laut dan pelabuhan (pencemaran).

Berbagai kerusakan dan pencemaran lingkungan ini mengancam kelestarian usaha dan atau mata pencaharian penduduk (Hadi 2005).

Abrasi tidak hanya terjadi di Indonesia, di luar negeri juga tidak menutup kemungkinan abrasi akan sering terjadi jika wilayah pesisir negara tersebut gundul atau tidak dibangun konstruksi pemecah gelombang untuk meredam kekuatan gelombang laut yang menghantam pantai.

Berdasarkan uraian di atas, abrasi merupakan suatu fenomena alam yang tidak bisa dianggap biasa saja. Jika tidak segera ditangani, kerusakan wilayah pesisir akan semakin parah dan tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan masalah baru bagi lingkungan maupun bagi kelestarian ekosistem pantai. Untuk itu, diperlukan upaya yang tepat dan cermat dalam mengatasi abrasi agar keseimbangan ekosistem daratan dan ekosistem perairan tetap terjaga.