Siklus Sulfur

Siklus sulfur atau siklus belerang merupakan salah satu siklus biogeokimia yang penting untuk dipahami, selain dari siklus karbon dan siklus nitrogen. Sulfur ini sangat bermanfaat dalam berbagai kegiatan hidup manusia, seperti untuk bahan baku obat, pembuatan bahan peledak, korek api, industri kimia, dan lain sebagainya.

Siklus Sulfur

Pengertian

Siklus sulfur atau siklus belerang adalah kejadian perpindahan zat kimia yang memiliki unsur sulfur atau belerang di permukaan bumi.

Di atmosfer, belerang terdapat dalam bentuk gas SO2 yang dibentuk sepanjang aktivitas vulkanis dan pembakaran bahan bakar fosil.

Selain itu, belerang juga terdapat dalam senyawa gas H2S yang dibentuk sebagai akibat proses pembusukan bahan organik atau proses pembusukan yang terjadi di dalam tanah dan air.

Belerang atau sulfur dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan dalam bentuk anion sulfat di dalam tanah. Di dalam tanah, belerang dapat berperan sebagai sulfat, sulfida, dan belerang anorganik (Gopal dan Bhardwaj 1979).

[read more]

Siklus Sulfur

Siklus Sulfur

Aktivitas vulkanis gunung berapi dan penggunaan bahan bakar fosil akan melepaskan sulfur atau belerang ke atmosfer dalam bentuk gas SO2, gas SO2 di udara akan mengalami oksidasi sehingga membentuk gas sulfat (SO4).

Selain itu, dalam proses pembusukan bahan organik yang dilakukan oleh mikroorganisme pun akan melepaskan belerang, baik ke atmosfer maupun ke dalam tanah dalam bentuk H2S.

Mikroorganisme yang berperan mengubah protein dalam bahan organik menjadi senyawa H2S adalah Aspergillus spp., Neurospora spp., Escherichia spp., dan Proteus spp., sedangkan mikroorganisme pengurai yang berperan merombak karbohidrat dalam bahan organik menjadi H2S dan senyawa lainnya adalah Vibrio desulphuricans, Aerobacter, dan Desulphovibrio (Ghopal dan Bhradwaj 1979).

Gas H2S tersebut nantinya akan mengalami oksidasi di atmosfer sehingga membentuk gas Sulfat SO4. Gas Sulfat akan kembali ke permukaan bumi bersama dengan presipitasi (kejadian hujan).

Oleh karena itu, jika kandungan gas sulfat di udara sangat tinggi maka presipitasi yang dihasilkan akan sangat masam dan fenomena ini disebut sebagai hujan asam.

Gas H2S dalam tanah kemudian akan mengalami reduksi yang menghasilkan unsur tunggal Sulfur (S) yang kemudian mengalami oksidasi oleh bakteri Thiobacillus denitrificans dan Thiobacillus thiooxidans menghasilkan SO4. Setelah itu, SO4 di dalam tanah akan tereduksi kembali menjadi H2S oleh bakteri Thiobacillus thioparus.

 

Referensi:

Gopal B, N Bhardwaj. 1979. Elements of Ecology. Department of Botany. Rajasthan University Jaipur, India.

Indriyanto. 2012. Ekologi Hutan. Jakarta (ID): Bumi Aksara

[/read]