99+ Manfaat Hutan Lengkap

Diposting pada

4. Manfaat Hidrologis

Siklus Hidrologi pada Suatu Daerah Aliran Sungai
Siklus Hidrologi pada Suatu Daerah Aliran Sungai

Salah satu manfaat hidrologis hutan adalah tempat menyimpan dan menampung air hujan.

Tumbuh-tumbuhan di hutan mengikat air yang terserap ke tanah sehingga mengurangi lolosnya air ke tanah lebih dalam.

Hal ini mampu mengurangi kejadian bencana alam seperti banjir pada daerah yang datar, maupun longsor pada daerah berlereng.

Pada musim kemarau, simpanan air hujan digunakan oleh vegetasi-vegetasi di hutan maupun sekitar hutan sehingga mencegah terjadinya kekeringan.

Secara fisik, hutan memiliki pohon-pohon bertajuk lebar dan rapat yang memiliki salah satu fungsi mengurangi daya air hujan sehingga tidak menyentuh langsung lantai hutan.

Tajuk hutan yang lebar dan rapat dapat mengurangi run off yang terjadi.

Dengan berkurangnya laju run off di hutan, laju erosi yang disebabkan air hujan akan berkurang.

Dengan berkurangnya laju erosi, sedimentasi yang merupakan proses pengendapan yang disebabkan erosi pun berkurang.

Manfaat hidrologis hutan bagi kehidupan, tidak terbatas hanya di daratan.

Di daerah pesisir, hutan mangrove berperan dalam mencegah abrasi, memecah ombak, dan sebagai habibat beberapa biota laut.

Seperti fungsi hutan pada umumnya, hutan mangrove berfungsi sebagai pengatur tata air tanah di wilayah pesisir.

Tersimpannya air tanah di wilayah pesisir dapat mencegah intrusi air laut.

Menurut Putranto dan Kusuma (2009) intrusi air laut adalah proses masuk atau menyusupnya air laut ke dalam pori-pori batuan dan mencemari air tanah yang terkandung di dalamnya.

5. Manfaat Ekonomi

Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki hutan terluas di dunia masih mengandalkan hasil hutan sebagai sumber perekonomian negara.

Hingga kini, Hasil Hutan Kayu (HHK), Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) maupun jasa lingkungan dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan sektor perekonomian.

Kayu merupakan salah satu bahan pokok yang digunakan untuk bahan bangunan, furniture, maupun pembuatan kertas.

Selain kayu, hasil hutan bukan kayu seperti getah, buah, rotan, atsiri, dan resin dapat digunakan untuk berbagai bahan baku industri turunannya yang diekspor ke berbagai negara.

Kegiatan ekspor merupakan salah satu kegiatan untuk mendapatkan devisa.

Sektor kehutanan Indonesia sebagai penyumbang devisa dengan mengekspor hasil kutan kayu maupun bukan kayu memiliki potensi yang besar dalam peningkatan perekonomian.

Dilansir dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2018), tercatat 12,17 Milyar US Dollar disumbangkan sebagai devisa negara tahun 2018 dari aktivitas perdagangan sektor hasil hutan.

Angka ini tercatat merupakan rekor tertinggi yang diperoleh sektor kehutanan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

Selain manfaat ekonomi negara, hutan juga merupakan sumber ekonomi masyarakat sekitar hutan.

Masyarakat yang tinggal di sekitar hutan melakukan aktivitas dengan memanfaatkan hasil hutan kayu maupun bukan kayu untuk memenuhi kebutuhannya.

Akses masyarakat untuk mengelola dan memanfaatkan hutan untuk perekonomian kini dipermudah dengan program yang dicanangkan pemerintah yaitu Perhutanan Sosial.

Perhutanan Sosial ini disesuaikan dengan fungsi hutan dan dikelola secara lestari.

6. Manfaat Sosial dan Budaya

Masyarakat Adat Kasepuhan Banten Kidul
Masyarakat Adat Kasepuhan

Sebelum zaman modern seperti sekarang, seluruh masyarakat dunia memanfaatkan hasil hutan untuk kebutuhan sehari-hari sehingga interaksi antara manusia dan hutan sudah terjalin sangat lama.

Di berbagai tempat, hutan sering digunakan sebagai tempat mengadakan ritual budaya.

Biasanya ritual yang dilakukan erat kaitannya dengan kegiatan pertanian ataupun kegiatan lainnya yang memanfaatkan hutan.

Misalnya masyarakat adat Kasepuhan Pasir Eurih Lebak, Banten yang melakukan ritual ketika akan menanam padi yang terdiri dari tujuh tahapan, yaitu: