5 Inovasi Kreatif Alternatif Kantong Plastik

Diposting pada

Di internet sudah banyak sekali potret hewan yang mati karena terjerat atau bahkan akibat memakan kantong plastik.

Miris sekali, bukan?

Semakin hari sampah kantong plastik semakin meningkat.

Hal ini disebabkan ketergantungan manusia terhadap kantong plastik yang praktis dan harganya murah.

Padahal seperti yang diketahui bahwa kantong plastik merupakan suatu benda yang memerlukan waktu sangat lama untuk terurai yaitu sekitar 500 sampai 1000 tahun.

Oleh karena itu terciptalah sejumlah inovasi kreatif kantong plastik yang terbuat dari bahan ramah lingkungan.

Penasaran?

Cari tahu di artikel ini yuk!

5 Inovasi Kreatif Alternatif Kantong Plastik
5 Inovasi Kreatif Alternatif Kantong Plastik (Infoplastik.co.id)

1. Jamur

Seorang ahli biologi dari Utrecht University Han Wösten yang juga seorang desainer asal Belanda yaitu Maurizio Montalti mengembangkan jamur atau miselium yang bisa digunakan untuk menggantikan plastik.

Miselium yang berfungsi sebagai penyerap makanan dari sisa-sisa organisme atau organisme lain, ternyata mempunyai kekuatan yang sama dengan PVC.

Maka dari itu jamur ini dikembangkan untuk menggantikan bahan yang menggunakan karet, kulit, kayu, dan plastik.

Jamur akan dicetak terlebih dahulu sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

Setelah memenuhi cetakan jamur akan dipanggang agar berhenti tumbuh.

Beberapa perusahaan ternama seperti Dell dan IKEA, sudah berencana untuk mengganti sebagian kemasan produk mereka dengan styrofoam berbahan jamur.

2. Kentang

Pada tahun 2012, seorang pria asal India yang bernama Ashwath Hegde mendirikan EnviGreen.

EnviGreen merupakan perusahaan yang memproduksi kantong plastik dari campuran 12 bahan alami termasuk kentang dan tepung tapioka.

Beberapa bahan lainnya adalah minyak sayur, jagung, minyak dari bunga, dan pisang.

Semua bahan dicampur dan diubah menjadi cairan, setelah itu bahan siap untuk dicetak.

Kantong ini bisa hancur dengan sendirinya dalam kurun waktu kurang dari 180 hari.

Selain itu, kantong ini juga bisa larut dalam air dengan suhu tertentu.

EnviGreen sendiri setiap bulannya sudah memproduksi kantong sampai 1000 ton untuk dijual di India, Abu Dhabi, dan Qatar.

3. Kulit Ikan dan Rumput Laut

Perusahaan MarinaTex asal Inggris menciptakan kantong plastik ramah lingkungan yang terbuat dari kulit ikan dan rumput laut.

Inovasi ini digagas oleh Lucy Hughes yang merupakan salah satu mahasiswa University of Sussex.

Bahan tersebut bisa dijadikan sebagai pengganti plastik karena kulit ikan mempunyai banyak protein yang fleksibel, sedangkan rumput laut sebagai zat pengikat untuk menyatukan bahan.

Kantong ini bisa terurai sendiri dalam kurun waktu kurang dari 1 bulan.

Berkat gagasannya tersebut, Lucy berhasil menerima penghargaan James Dyson Award.

4. Kulit Mangga dan Rumput Laut

Seorang ilmuwan asal Filipina yaitu Denxybel Montinola melakukan pengembangan kepada kantong berbahan dasar rumput laut dan kulit mangga.

Hal ini dikarenakan dua bahan tersebut bisa dengan mudahnya ditemukan di Filipina bahkan masuk dalam daftar 10 besar komoditi ekspor Filipina.

Tidak hanya bisa digunakan untuk bahan dasar pembuatan kantong, bahan ini juga bisa menghasilkan kolagen yang bermanfaat untuk pengobatan kulit.