Suksesi vegetasi adalah proses perubahan vegetasi pada suatu habitat tertentu. Berbagai teknik suksesi banyak diterapkan dalam reklamasi tambang, reboisasi, dan pembuatan hutan. Habitat yang mengalami suksesi biasanya adalah habitat yang diterangi oleh cahaya matahari secara intens karena suksesi membutuhkan pancaran energi dari radiasi matahari yang cukup.

Ekosistem Hutan

Suksesi tidak bisa terjadi begitu saja. Perlu syarat-syarat agar suksesi vegetasi dapat terjadi, yaitu adanya unsur vegetasi yang bisa berpotensi untuk tumbuh, cahaya matahari, material tanah yang mengandung banyak unsur hara, dan gangguan yang lebih kecil daripada pertumbuhan vegetasi.

Berdasarkan habitat suksesinya, suksesi dibedakan menjadi halosere, hidrosere, dan xerosere.

Halosere adalah suksesi yang berlangsung pada habitat yang berkadar garam tinggi.

Hidrosere adalah suksesi yang berlangsung pada habitat yang sebagian besar adalah air.

Xerosere adalah suksesi pada habitat yang kering dan memiliki kadar air yang sangat sedikit.

Proses suksesi berlangsung secara bertahap. Suksesi secara bertahap terdiri atas:

  1. Nudation (terbukanya areal baru)
  2. Migration (migrasi biji atau bakal tumbuh-tumbuhan ke tempat terbuka)
  3. Ecesis (proses perkecambahan, pertumbuhan, dan perkembangbiakan tumbuhan baru)
  4. Competition (proses yang mengakibatkan pergantian jenis-jenis tumbuhan)
  5. Reaction (perubahan habitat akibat aktivitas jenis-jenis baru)
  6. Climax (tingkat kestabilan komunitas)

Suksesi juga dibagi menjadi suksesi primer dan suksesi sekunder. Pembagian ini berdasarkan kondisi awal suatu kawasan sebelum melakukan suksesi. Suksesi primer terjadi pada kawasan yang sebelumnya memang belum ada vegetasi, sedangkan suksesi sekunder adalah suksesi yang kondisi awal kawasannya memiliki setidaknya unsur-unsur tumbuhan yang bisa hidup dan berkembang.

Pengetahuan mengenai suksesi ini sangat penting untuk bidang kehutanan. Pengelola hutan tanam industri (HTI) sangat memerlukan pengetahuan tentang suksesi di daerah yang akan mereka tanami karena suksesi berhubungan erat dengan pertumbuhan dan perkembangan tegakan pohon. Menjaga fungsi lindung dari hutan pun memerlukan pengetahuan mengenai suksesi juga, dalam memulihkan ekosistem yang terganggu harus mengetahui bagaimana suatu ekosistem menjadi ekosistem klimaks yang stabil.

Sumber: Redaksi Forester Act !