Pulau Nias adalah salah satu pulau yang merupakan destinasi wisata yang paling baik. Masyarakat Pulau Nias masih memiliki budaya megalitik yang saat ini masih lestari hidup di masyarakat sehingga menambah keeksotisan pulau ini.

Pulau yang memiliki luas 5.318 km2 ini beribukota di Gunung Sitoli dan dihuni oleh 800.000 penduduk yang mayoritas memeluk agama kristen. Saat ini Pulau Nias telah dimekarkan menjadi dua kabupaten, yaitu Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan yang beribu kota di Teluk Dalam.

Nias sangat terkenal akan wisata baharinya terutama untuk para pelancong yang menyenangi olahraga selancar (surfing). Teluk Lagundri di Pulau Nias adalah salah satu tempat yang dijadikan kompetisi surfing internasional karena memiliki ombak yang khas. Ombak di Teluk Lagundri ini memiliki lima tingkatan yang menambah keindahan Pulau Nias.

Nias Selatan

Nias Selatan merupakan destinasi wisata yang sangat cocok untuk Anda yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai kebudayaan khas dari masyarakat Nias. Desa-desa di Nias Selatan ini memiliki karakteristik yang unik. Bangunan yang terdapat di desa-desa tersebut sangat unik dan sangat berbeda dengan desa-desa yang biasa kita temui.

Desa tersebut dapat diakses dengan menaiki anak tangga dari batu karena desa-desa ini biasanya terletak di bukit-bukit. Hal yang juga menarik adalah desa ini dipagari oleh dinding batu yang kokoh. Tujuan dari pembangunan dinding ini untuk mempertahankan diri dari serangan musuh. Batu adalah material utama yang digunakan dalam pembangunan oleh masyarakat Nias, mulai dari pembuatan anak tangga, kolam pemandian, bangku, kursi, dan barang-barang lainnya pun terbuat dari batu.

Teluk Lagundri

teluk lagundri

Teluk Lagundri

Teluk Lagundri merupakan teluk yang menyerupai tapal kuda. Tempat ini menyediakan tempat penginapan yang tidak sedikit untuk para pengunjung. Bagian teluk yang menjadi favorit peselancar adalah bagian dari mulut teluk yang diberi nama Pantai Sorake. Untuk Anda yang senang berenang bisa mengunjungi Pantai Lagundri, air di pantai ini terang sehingga menambah kemolekan Teluk Lagundri. Berselancar, berjemur, berjalan-jalan di sekitar pantai, dan berjemur merupakan kegiatan yang biasa dilakukan oleh para wisatawan.

Desa Bawomataluo

Desa Bawomataluo

Desa Bawomataluo

Desa ini adalah salah satu desa yang paling terkenal dan berada 15 km dari Teluk Dalam, tempat ini dapat dicapai dengan kendaraan umum. Desa ini berada di sebuah bukit yang mempunyai ketinggian 400 meter di atas permukaan laut (mdpl). Desa ini merupakan desa di Nias yang mudah untuk diakses dibandingkan dengan desa-desa lain yang berada di Nias Selatan. Sebanyak delapan puluh delapan anak tangga berbatu harus ditempuh sebelum mencapai desa ini. Desa Hili Simaetano berjarak 16 km dari Teluk Dalam mempunyai 140 rumah tradisional Nias. Kegiatan lompat batu di desa ini biasanya diadakan pada hari Sabtu.

Gomo

Gomo

Gomo merupakan tempat yang sangat terkenal dalam hal menyimpan benda-benda kebudayaan masa megalitik di Pulau Nias bagian selatan. Peninggalan yang sampai sekarang masih ada adalah menhir (batu lonjong yang berdiri tegak) dan batu-batu berukir.

Tundrumbaho yang berjarak 5 km dari Gomo dapat ditemui juga benda-benda zaman megalitik yang diperkirakan berumur 3.000 tahun yang lalu. Batu-batu berukir juga dapat ditemui di Lahusa Idanotae yang terletak di antara Gomo dan Tundrumbaho, berjarak 7 km sebelah selatan Gomo.

Bagaimana apakah Anda tertarik untuk mengunjungi salah satu pesona Indonesia di Pulau Nias ini ? Jangan lupa sebarkan keindahan alam Indonesia agar pariwisata Indonesia lebih baik, tetapi kita harus tetap tanggung jawab terhadap lingkungan wisata agar keindahan alam yang kita kunjungi tetap terjaga dan tetap indah.

Sumber: Informasi Pariwisata Nusantara (Visit Indonesia)