Kehutanan saat ini merupakan sektor yang sedang tumbuh kembali setelah sempat redup akibat sektor kehutanan yang terdahulu yang hanya berfokus pada Timber Production. Sektor kehutanan saat ini tidak hanya berfokus pada sektor kayu, tetapi juga sektor non kayu atau biasa disebut Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK).

Bagi Anda yang saat ini ingin masuk ke ranah pendidikan kehutanan atau sudah masuk dalam pendidikan kehutanan, tidak perlu khawatir karena sektor kehutanan menyediakan berbagai macam pekerjaan yang bisa Anda raih.

Perguruan tinggi yang saat ini menyediakan program studi berbasis kehutanan sudah cukup banyak di Indonesia, sebut saja Fakultas Kehutanan IPB, Fakultas Kehutanan UGM, Fakultas Kehutanan UNLAM, program studi tentang kehutanan di ITB, dan lain-lain.

Berikut adalah daftar pekerjaan atau karier yang bisa Anda pilih:

1. Dosen dalam Bidang Kehutanan (Forestry Educator)

Orang yang bekerja sebagai tenaga pengajar profesional di bidang kehutanan lazimnya memiliki tingkat pendidikan S3 atau bergelar Doktor dalam bidang kehutanan (manajemen hutan, teknologi hasil hutan, konservasi sumber daya hutan, atau budidaya hutan) atau bidang lainnya yang terkait (ekonomi, biologi, sosial, ilmu pengetahuan alam, atau matematika). Selain itu, calon dosen kehutanan harus memiliki pengalaman pekerjaan dalam bidang kehutanan. Di Indonesia sendiri untuk menjadi dosen dalam bidang kehutanan cukup hanya menyelesaikan Program Pendidikan Magister S2.

2. Pengelola Wilayah Hutan (Regional Forester)

Seorang rimbawan yang bekerja sebagai pengelola wilayah hutan sebaiknya memiliki latar belakang pendidikan minimal S1 pada program studi Manajemen Hutan atau Konservasi Sumberdaya Hutan. Bidang pekerjaan ini nantinya akan berkecimpung dalam hal membangun dan meremajakan hutan, memelihara hutan, memebuat rencana pemanenan, melaksanakan pemanenan, pemasaran hasil hutan, melakukan studi dampak lingkungan yang mungkin terjadi, dan memastikan keseluruhan kegiatan pengelolaan hutan dalam wilayah yang menjadi tanggung jawabnya tetap mampu menjaga keberlanjutan keberadaan dan produktivitas flora, fauna, serta ekosistem.

3. Ahli Botani Hutan (Forest Botanist)

Ahli Botani Hutan (Forest Botanist)

Kepakaran dalam bidang tumbuh-tumbuhan hutan sangat diperlukan dalam pengelolaan hutan dan konservasi sumber daya hutan secara luas. Ahli botani hutan harus bisa mengenali berbagai spesies tumbuhan dari morfologi dan anatominya. Selain itu, keterampilan dalam menggunakan berbagai alat identifikasi pun harus dikuasai. Pengetahuan tentang iklim dan kesesuaian tempat tumbuh tumbuhan pun menjadi kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh seorang ahli botani hutan. Berdasarkan hal itu, ilmu kehutanan yang harus didalami adalah bidang dendrologi dan ekologi hutan.

4. Perekayasa Genetika (Genetic Engineer)

Perekayasa Genetika (Genetic Engineer)

Seseorang yang ingin bekerja sebagai perekayasa genetika harus lulus dariĀ  Program Pendidikan Sarjana Kehutanan khususnya dalam bidang Silvikultur atau dari Program Pendidikan Sarjana Biologi yang mendalami bioteknologi. Selain itu, pengalaman dalam hal penelitian bidang biologi dan bioteknologi harus dimiliki oleh seseorang yang ingin menjadi ahli perekayasa genetika.

5. Ahli Tanah Hutan (Forest Soil Specialist)

Ahli Tanah Hutan (Forest Soil Specialist)

Seorang ahli tanah hutan biasanya melakukan pengklasifikasian tanah hutan sebagai dasar dalam pengelolaan hutan. Klasifikasi tanah ini sangat penting, berkitan dengan vegetasi apa yang cocok untuk ditanam di wilayah tersebut. Selain klasifikasi tanah, analisis terhadap kerusakan tanah pun dilakukan oleh ahli tanah hutan, misalnya pengaruh kebakaran hutan terhadap sifat-sifat tanah hutan. Bagi yang ingin menjadi ahli tanah hutan anda harus menyelesaikan Program Sarjana Kehutanan yang mendalami Ilmu Tanah Hutan atau Sarjana Pertanian dalam bidang Ilmu Tanah.

Silakan lanjutkan ke halaman berikutnya