Bumi merupakan tempat hidup manusia yang saat ini masih belum tergantikan oleh planet lain yang ada di Galaksi Bima Sakti ataupun galaksi yang lainnya. Tempat hidup manusia ini secara garis besar terdiri atas unsur daratan (litosfer), perairan(hidrosfer), dan udara(atmosfer). Bumi melakukan rotasi yang menyebabkan terjadinya perbedaan cuaca selama 24 jam atau biasa disebut cuaca diurnal, perbedaan cuaca yang sangat terlihat adalah fenomena cuaca pada saat siang dan malam hari. Selain melakukan rotasi, bumi juga melakukan revolusi terhadap matahari yang bentuk lintasan edarnya menyerupai bentuk elips. Lintasan edar yang menyerupai elips ini menyebabkan perbedaan jarak antara bumi dan matahari, kadang kala bumi bisa dekat dengan matahari atau kadang kala bumi bisa sangat jauh dengan matahari. Perbedaan jarak antara bumi dan matahari inilah yang menyebabkan fenomena musim, seperti musim kemarau, musim dingin, musim semi, dan lain-lain meskipun banyak faktor lain yang mempengaruhi adanya musim.

Bukan hanya cuaca saja yang ditentukan oleh rotasi dan revolusi bumi, melainkan iklim-pun dipengaruhi oleh dua fenomena alam tersebut. Lantas apa perbedaan antara cuaca dan iklim ? Perbedaan antara keduanya pada dasarnya hanya berbeda pada faktor ruang dan waktu. Cuaca sendiri adalah nilai sesaat dari atmosfer serta perubahan dalam jangka pendek (kurang dari 24 jam) di suatu wilayah tertentu. Sedangkan iklim adalah sintesis atau kesimpulan dari perubahan nilai unsur-unsur cuaca (hari demi hari bulan demi bulan) dalam jangka panjang di suatu wilayah.

Nilai unsur cuaca atau iklim yang tadi menjadi faktor penentu cuaca dan iklim sebenarnya adalah nilai unsur fisika di atmosfer. Unsur-unsur tersebut adalah radiasi matahari, lama penyinaran matahari, suhu udara, kelembaban udara, tekanan udara, kecepatan dan arah angin, penutupan awan, presipitasi, dan evapotranspirasi.

Ketika kita dapat mengetahui berbagai informasi mengenai cuaca dan iklim maka ada beberapa manfaat yang bisa kita pakai, seperti :

  1. Meningkatkan kewaspadaan terhadap akibat-akibat negatif yang dapat ditimbulkan oleh keadaan cuaca/iklim yang ekstrem, seperti kekeringan, banjir, dan angin kencang.
  2. Menyesuaikan diri atau berusaha untuk menyelenggarakan kegiatan dan usaha yang serasi dengan sifat cuaca dan iklim sehingga terhindar dari hambatan atau kerugian yang diakibatkannya.
  3. Menyelenggarakan kegiatan dan usaha di bidang teknik, sosial, dan ekonomi dengan menerapkan teknologi pemanfaatan sumber daya cuaca dan iklim.

Sumber : Redaksi Forester Act !