Penyakit hutan sangat erat hubungannya dengan vegetasi dominan di hutan, yaitu pohon. Penyakit hutan lebih menekankan pada aspek penyakit yang berkaitan dengan penyakit pada pohon sebagai vegetasi utama di hutan. Pohon yang sakit adalah pohon yang tidak bisa melakukan proses fisiologis secara normal yang diekspresikan dengan adanya suatu gejala dan berlangsung secara terus menerus sehingga merugikan secara ekonomis bagi manusia.

Fungsi-fungsi fisiologis pohon yang diperhatikan dalam menentukan suatu pohon itu sakit atau tidak adalah sebagai berikut:

  1. Pembelahan, diferensiasai, dan perkembangan sel
  2. Penyerapan air dan mineral dari dalam tanah
  3. Fotosintesis dan translokasi hasil fotosintesis
  4. Metabolisme senyawa yang disintesis
  5. Reproduksi

Gangguan Fisiologis Penyakit Hutan

Gangguan fisiologis tanaman disebabkan oleh gangguan lingkungan, seperti penyinaran yang buruk, pengaruh cuaca, air atau nutrisi yang mempengaruhi fungsi sistem tanaman. Gangguan fisiologis berbeda dengan dengan penyakit yang disebabkan oleh patogen, seperti virus, atau jamur. Gejala gangguan fisiologis dapat muncul seperti penyakit, biasanya dapat dicegah dengan mengubah kondisi lingkungan.

Gejala penyakit adalah reaksi tanaman terhadap adanya agen penyebab. Gejala tanaman yang sering terjadi meliputi:

  1. Blight

Sebuah perubahan warna yang cepat dan adanya kematian pada ranting, daun, atau bunga.

  1. Kanker

Daerah mati pada kulit atau batang, seringkali berbentuk cekung atau menonjol.

  1. Klororsis (menguning)

Gejala yang sangat umum pada tumbuhan sehingga memerlukan rincian diagnosis untuk menentukan apakah tumbuhan memang terkena klorosis.

  1. Dieback

Kematian progresif tunas, cabang, atau akar mulai ujung.

Penyakit Hutan pohon sakit

Penyakit Hutan pohon sakit

Gejala yang muncul pada bagian tertentu di pohon bukan berarti sumber penyakit terdapat pada organ tersebut. Pohon merupakan suatu organisme artinya satu organ dengan organ yang lain saling mempengaruhi sehingga bisa saja sumber penyakit terdapat dalam akar tetapi yang mengalami gejala adalah organ batang. Diagnosis pada pohon sangat penting agar titik asal penyakit dapat diketahui secara pasti.

Studi ini sangat bermanfaat bagi berbagai kegiatan kehutanan di hutan Indonesia. Biasanya studi mengenai penyakit hutan dibutuhkan dalam pengelolaan dan pengurusan hutan tanam industri (HTI). Penyakit hutan ini cenderung lebih sering terjadi pada hutan tanaman karena hutan tanaman merupakan ekosistem yang kurang seimbang. Faktor homogenitas pun merupakan hal yang sangat rentan karena apabila satu pohon jenis A terjangkit suatu penyakit maka agen penyebab penyakit akan mewabah ke pohon jenis A lain.

Sumber: Redaksi Forester Act !