Lansekap via qgis.org

Lansekap via qgis.org

SWAT (Soil and Water Assessment Tool) merupakan model kejadian kontinyu untuk skala DAS (Daerah Aliran Sungai) yang beroperasi secara harian dan dirancang untuk memprediksi dampak pengelolaan terhadap air, sedimen, dan kimia pertanian pada DAS yang tidak memiliki alat pengukuran. Model SWAT berbasis fisik, efisien dalam perhitungan dan mampu membuat simulasi untuk jangka waktu yang panjang. Model ini diperkenalkan pertama kali oleh Departemen Pertanian di Amerika Serikat dan sekarang sudah banyak digunakan di berbagai negara di dunia.

Komponen utama model SWAT ini adalah iklim, hidrologi, suhu dan karakteristik tanah, pertumbuhan tanaman, unsur hara, pestisida, patogen dan bakteri, dan penggunaan lahan. Dalam SWAT, DAS dibagi menjadi beberapa Sub-DAS yang kemudian dibagi lagi ke dalam unit respon hidrologi (Hydrologic Response Units “HRU”) yang memiliki karakteristik penggunaan lahan, pengelolaannya, dan tanah yang homogen.

Proses hidrologi DAS yang disimulasikan dalam SWAT terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu proses di lahan dan di sungai. Bagian pertama adalah fase lahan dari siklus hidrologi. Fase lahan siklus hidrologi mengontrol jumlah air, sedimen, unsur hara dan pestisida yang bergerak di lahan menuju sungai utama pada masing-masing Sub-DAS. Bagian kedua adalah fase routing atau proses pergerakan air, sedimen, bahan pestisida dan bahan nutrient lainnya melalui jaringan sungai dalam DAS menuju ke outlet/ patusan.

Fase Lahan dalam Siklus Hidrologi

Pembagian DAS mampu membuat model yang mencerminkan perbedaan evapotranspirasi untuk jenis tanaman dan tanah yang bervariasi. Aliran permukaan (surface runoff) diprediksi secara terpisah untuk masing-masing HRU dan dapat ditelusuri untuk memperoleh aliran permukaan total (total runoff) suatu DAS. Hal ini dapat meningkatkan keakuratan dan memberikan gambaran fisik yang lebih baik untuk neraca air.

Fase Routing dalam Siklus Hidrologi

Ketika SWAT menentukan muatan air, sedimen, unsur hara dan pestisida menuju ke saluran utama, muatan tersebut ditelusuri hingga ke jaringan sungai DAS menggunakan struktur perintah yang sama dengan HYMO (Williams dan Hann 1972). Selain melacak aliran masa dalam saluran, SWAT juga memodelkan perubahan kimia di dalam sungai dan badan sungai. Penelusuran pada DAS dengan menggunakan model SWAT ini juga dapat memberikan informasi mengenai banjir, sedimen pada sungai dan waduk, unsur hara, pestisida di sungai dan waduk, serta aliran yang keluar dari waduk.

Model SWAT ini dijalankan dalam software ArcGIS yang harus ditambahkan ekstensi software ArcSWAT. Software ArcGIS ini dapat didapatkan di sini dan ArcSWAT dapat diunduh melalui situs swat.tamu.edu. Software ArcGIS ini merupakan software berbayar yang berfungsi untuk pengolahan data-data geospasial, sedangkan ArcSWAT adalah ekstensi tambahan untuk ArcGIS dan dapat diunduh secara gratis melalui situs resminya.

Sumber: Redaksi Forester Act!


Referensi:

Williams JR. 1995. Computer model watershed hydrology. Water Resources Publications. 25(-): 909-1000