Inventarisasi hutan tidak hanya dilakukan pada hutan alam, tetapi hutan tanaman pun harus diinventarisasi. Hutan tanaman diinventarisasi agar diketahui besarnya potensi hutan. Potensi hutan dalam hutan tanaman harus diukur dengan baik karena bersangkutan dengan pencarian profit atau keuntungan. Inventarisasi hutan tanaman ini dijadikan dasar dalam pengelolaan hutan tanaman.

Dalam inventarisasi hutan tanaman, jenis hutan yang biasa diinventarisasi adalah hutan tanaman IUPHHK-HT (izin usaha pengelolaan hasil hutan kayu-hutan tanaman), perusahaan umum (perum) perhutani, dan hutan rakyat.

Landasan hukum dalam inventarisasi hutan tanaman adalah :

  • Inventarisasi hutan menyeluruh berkala (IHMB)

    Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.33/ Menhut-II/ 2009

  • Pedoman Penyusunan Rencana Pengaturan Kelas Hutan

    SK Direksi Perum Perhutani No. 278/ 1992

  • Pedoman penyusunan Rencana Teknik Tahunan

    SK Direksi Perum Perhutani No. 1470/ 1993

Tujuan dari inventarisasi hutan tanaman ini adalah:

  1. Perkiraan kesinambungan suplai bahan baku kayu
  2. Pembuatan rencana operasional dan persiapan RKT
  3. Gambaran umum dari kualitas tanaman yang ditanam
  4. Menegetahui tren pertumbuhan tanaman

Kegiatan inventarisasi hutan tanaman biasa dilakukan pada saat:

  1. Awal penanaman umur 6 bulan dan 1 tahun (Plantation Monitoring Assesment)
  2. Pertengahan rotasi atau daur (Mid Rotation Inventory)
  3. Sebelum penebangan (Pre-Harvest Inventory)
  4. Permanent Sample Plot (PSP) dilakukan pengukuran ulang setiap tahun mulai tanaman umur satu tahun sampai akhir daur

Inventarisasi Hutan Tanaman pada Hutan Rakyat

hutan rakyat

Hutan Rakyat

Hutan rakyat adalah istilah yang biasa digunakan untuk hutan yang tumbuh atau ditanam di tanah milik (di luar kawasan negara). Hutan rakyat tidak bisa diukur dengan definsi “hutan”, artinya tidak bisa disamakan dengan penghitungan hutan alam atau hutan tanaman industri. Hutan rakyat harus diukur dengan metode survey. Hutan rakyat mungkin hanya berisi sejumlah vegetasi pohon berkayu yang menghasilkan produk kayu dan HHBK (buah, getah, kulit, dll).

Informasi yang dikumpulkan dalam inventarisasi hutan rakyat adalah:

  1. Jenis penggunaan lahan hutan rakyat
  2. Luas hutan rakyat per pemilikan
  3. Luas hutan rakyat di dusun
  4. Luas hutan rakyat di desa
  5. Jenis pohon
  6. Jumlah pohon
  7. Keliling pohon/ diameter pohon
  8. Tinggi pohon
  9. Volume pohon
  10. Kualitas batang

Sumber: Redaksi Forester Act!