Suksesi vegetasi merupakan proses berubahnya komunitas menjadi komunitas yang lain dengan melalui proses-proses tertentu. Suksesi adalah salah satu studi dalam dinamika komunitas. Dinamika ini dilakukan oleh ekosistem untuk mencapai ekosistem klimaks.

Dalam melakukan suksesi vegetasi, suatu komunitas atau ekosistem dipengaruhi oleh berbagai faktor yang menyebabkan cepat lambatnya proses suksesi. Menurut Resosoedarmo et al. (1986), kecepatan proses suksesi dipengaruhi oleh enam faktor, yaitu:

  • Luas komunitas awal yang rusak oleh adanya gangguan. Luas lahan yang mengalami suksesi merupakan objek utama dalam suksesi vegetasi. Semakin sempit luas lahan yang mengalami suksesi vegetasi maka semakin cepat proses dinamika komunitas ini terjadi, hal berlaku sebaliknya.
  • Spesies tumbuhan yang terdapat di sekitar tempat terjadinya suksesi. Spesies tumbuhan sekitar yang semakin beragam menyebabkan semakin cepatnya proses suksesi vegetasi. Jenis tumbuhan yang beragam menyebabkan bakal tumbuhan lebih variatif sehingga mempunyai kesempatan yang cukup besar untuk tumbuh. Selain itu, jenis tumbuhan sekitar biasanya lebih mudah tumbuh di lingkungan tempat tumbuhan itu berada daripada tumbuhan eksotis.
  • Sifat-sifat spesies tumbuhan yang ada di sekitar tempat terjadinya suksesi. Sifat-sifat spesies yang dimaksud dalam hal ini adalah kecepatan tumbuh, periode musim berbunga dan berbuah, produktivitas buah, dan mudah tidaknya benih berkecambah (sifat dormansi dan viabilitas benih).
  • Kehadiran bakal kehidupan (biji, buah, spora, dan lain-lain). Bakal kehidupan merupakan objek yang paling utama dalam hal suksesi vegetasi karena apabila bakal kehidupan tidak ada maka tumbuhan tidak mungkin tumbuh. Bakal kehidupan ini sangat ditentukan oleh tingkat penyebarannya.
  • Jenis substrat baru yang terbentuk. Substrat baru ini berfungsi sebagai tempat tumbuh bagi tumbuhan yang baru. Semakin baik kualitas substrat maka kecepatan suksesi semakin baik pula.
  • Kondisi iklim, terutama arah dan kecepatan angin yang membawa bakal kehidupan, serta curah hujan. Kondisi iklim ini sangat penting karena dalam setiap fase pertumbuhan tumbuhan pasti tidak terlepas dalam kaitannya dengan iklim.

Faktor-faktor tersebut merupakan variabel yang memberikan efek signifikan dalam suksesi vegetasi. Sebenarnya masih banyak faktor yang mempengaruhi proses suksesi vegetasi, namun tidak terlalu memberikan efek yang berarti. Faktor-faktor ini biasanya diatur sedemikian mungkin agar proses suksesi berjalan dengan baik.

Sumber: Redaksi Forester Act !


Referensi:

Resosoedarmo, Kartawinata, Soegiarto A. 1986. Pengantar Ekologi. Bandung: Remadja Rosda Karya.