Secara etimologi dendrologi berasal dari kata dendros dan logos. Dendros berarti pohon dan logos berarti ilmu. Secara praktis dendrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang pohon. Lebih lengkapnya dendrologi adalah ilmu yang mempelajari sifat-sifat dan taksonomi pohon, penyebaran ekologi, serta kegunaannya yang penting.

Pengertian pohon sendiri adalah tumbuhan berkayu yang pada keadaan dewasa mencapai tinggi empat meter atau lebih dengan diameter setinggi dada lebih dari atau sama dengan 20 cm, serta memiliki satu batang yang jelas dengan tajuk tertentu. Dalam ilmu dendrologi tidak mempelajari tumbuhan berkayu yang lain, seperti semak dan liana.

Tumbuhan berkayu sebagai objek utama dalam dendrologi terutama pohon memiliki ciri sebagai berikut:

  1. Memiliki jaringan pembuluh (xylem dan floem)
  2. Tumbuhan menahun
  3. Mengalami pertumbuhan sekunder
  4. Mengandung selulosa dan hemiselulosa sebanyak 60%- 70% dan lignin 40%- 30%

Hutan di Indonesia termasuk dalam kawasan Flora Malesia yang kaya akan jenis-jenis pohon. Kawasan ini meliputi negara Malaysia, Filipina, Indonesia, dan Papua New Guinea. Menurut Lembaga Penelitian Hutan (sekarang Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan konservasi Alam) terdapat kurang lebih 4.000 sampai 4.500 jenis pohon. Hingga saat ini baru sekitar 400 jenis pohon yang dianggap penting dan sudah dikenal dengan baik, diantaranya 267 jenis (nama ilmiah) sudah dikenal dan diperdagangkan, serta dikelompokkan menjadi 120 jenis kayu perdagangan.

Berdasarkan data di atas masih banyak jenis pohon di daerah tropis yang belum dikenal serta dimanfaatkan. Hal ini merupakan tantangan bagi rimbawan dan ilmu dendrologi dapat berperan penting dalam rangka membantu pengelola hutan untuk mengenali jenis-jenis pohon yang belum dikenal, dan memanfaatkannya.

Keuntungan dari studi ini adalah:

  1. Mensistematisasikan pengetahuan tentang pohon-pohon yang begitu banyak jenis dan ragamnya.
  2. Memberikan pedoman untuk mengenal pohon
  3. Memungkinkan untuk memahami berbagai macam variasi yang disebabkan oleh faktor genetik atau faktor lingkungan

Ilmu dendrologi bagi rimbawan merupakan hal yang harus dipahami. Karakteristik setiap jenis pohon berbeda-beda sehingga perlu pengetahuan mengenai karakter dari masing-masing pohon, setidaknya seorang rimbawan memahami jenis-jenis pohon yang sering ditemui di wilayah tropis.

Sumber: Redaksi Forester Act !