Curah Hujan from Pixabay.com

Curah Hujan from pixabay.com

Curah hujan (CH) atau rainfall merupakan jumlah air yang jatuh di permukaan tanah datar selama periode tertentu yang diukur dengan satuan tinggi milimeter (mm) di atas permukaan horizontal. Hujan juga dapat diartikan sebagai ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir (Suroso 2006).

Rainfall di suatu wilayah dapat diketahui melalui data yang disediakan oleh stasiun pengukur CH. Keadaan data curah hujan di suatu wilayah akan diketahui secara baik apabila data yang diperoleh itu berasal dari penakar hujan dalam jumlah yang memadai dan diukur secara benar.

Namun tidak jarang, suatu stasiun pengukur CH tidak dapat mengumpulkan datanya secara lengkap atau rusak. Hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya seperti adanya kelalaian dari petugas pengukur CH tersebut. Adapun solusi untuk dapat mengetahui data yang hilang tersebut yakni dengan melengkapi data curah hujan yang hilang tersebut melalui pendugaan terhadap data-data yang diperoleh dari beberapa stasiun pengukur curah hujan di sekitarnya yang relaltif berdekatan dengan data yang lengkap atau lebih lengkap.

Metode Perhitungan

Perhitungan rainfall dapat dilakukan dengan Metode Normal Ratio. Metode Normal Ratio adalah salah satu metode yang digunakan untuk mencari data yang hilang. Metode perhitungan yang digunakan cukup sederhana yakni dengan memperhitungkan rainfall data di stasiun hujan yang berdekatan untuk mencari data curah hujan yang hilang di stasiun tersebut. Variabel yang diperhitungkan pada metode ini adalah daily rainfall (CH Harian) di stasiun lain dan jumlah curah hujan satu tahun pada stasiun lain tersebut.

Adapun Metode Inversed Square Distance adalah salah satu metode yang digunakan untuk mencari data yang hilang. Metode perhitungan yang digunakan hampir sama dengan Metode Normal Ratio, yakni memperhitungkan stasiun yang berdekatan untuk mencari data curah hujan yang hilang di stasiun tersebut. Jika pada Metode Normal Ratio yang digunakan adalah jumlah curah hujan dalam 1 tahun, pada metode ini variabel yang digunakan adalah jarak stasiun terdekat dengan stasiun yang akan dicari data rainfall yang hilang.

Metode Normal ratio termasuk metode yang menghasilkan data yang teliti, namun terdapat syarat yang harus dipenuhi ketika menggunakan metode ini, yaitu apabila hujan tahunan normalnya pada masing-masing stasiun pembanding lebih besar dari 10% terhadap stasiun yang hilang datanya (Ashruri 2015).

Sumber: Redaksi Forester Act!


Referensi

Ashruri. 2015. Pemodelan Periodik dan Stokastik untuk Menganalisis Data Curah Hujan yang Hilang Menggunakan Studi Kasus Stasiun Hujan Sukarame. Lampung  (ID): Universitas Lampung. Bandar.

Suroso. 2006. Analisis curah hujan untuk membuat kurva Intensity Duration Frequency (IDF). Teknik Sipil. 1(3): 1-30.