Tempat ini berada pada ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut. Kota ini menyuguhkan panorama indah dan udara sejuk khas pegunungan yang membuat Anda nyaman. Kota Brastagi terletak pada jalan jalur menuju Danau Toba, kurang lebih berjarak 70 km dari Medan. Dua gunung berapi menjadi latar belakang kota ini, yaitu Gunung Sinabung di sebelah barat dan Gunung Sibayak di sebelah utara.

Kota ini menjadi garis start untuk memlui perjalanan menarik lainnya di daerah tersebut. Pusat Kota Brastagi ini terletak di Tugu Perjuangan yang dibangun untuk mengenang peruangan para rakyat terdahulu dalam melawan penjajah Hindia Belanda pada tahun 1800-an.

Lokasi Brastagi

Lokasi Brastagi

Bukit Gundaling

Bukit Gundaling ini terletak di sebelah barat laut dari Kota Brastagi. Bukit ini menjadi tempat wisata yang cukup indah dan akan bertambah keindahannya ketika matahari mulai tenggelam. Bukit ini cukup dikenal oleh penduduk Brastagi karena dari tempat ini sebagian besar Kota Brastagi bisa terlihat dan Gunung Sinabung serta Gunung Sibayak pun menambah keindahan pemandangan dari Bukit Gundaling.

Rumah Adat Karo

Rumah adat karo adalah obyek wisata primadona wisatawan asing. Sayangnya rumah adat ini agak kurang terawat dan bisa rusak dimakan zaman. Banyak masyarakat di sekitar Brastagi yang membangun rumah biasa daripada membuat rumah adat khas batak karo karena alasan kepraktisan. Saat ini tersisa sejumlah 425 rumah adat tradisional karo. Sisa-sisa rumah adat ini tersebar di beberapa desa, seperti desa Lingga, Barusjahe, Dokan, Cingkes, Seberaya, dan Suka. Seluruh rumah adat ini masih dihuni, namun dengan kondisi yang kurang terawat.

Desa Lingga

Anda yang tertarik dengan kebudayaan tradisional khas batak karo pasti Anda akan menjelajahi desa-desa di sekitar Kota Brastagi. Desa Lingga adalah salah satu desa yang seringkali dikunjungi oleh para wisatawan untuk menikmati suasana khas batak karo. Desa ini berada di sebelah barat daya Kota Brastagi dan hanya beberapa kilometer dari arah Kabanjahe. Anda dapat menaiki kendaraan umum dari Kabanjahe menuju Lingga untuk mencapai lokasi ini.

Kampung Peceran

Kampung Peceran terletak di sebelah utara Kota Brastagi dan merupakan kampung yang memiliki budaya tradisional khas batak karo. Tempat ini menyuguhkan rumah-rumah khas batak karo yang dibangun sekitar 60 tahun yang lalu. Rumah-rumah tradisional ini dihuni oleh para penduduk yang ramah kepada para pengunjung yang singgah. Untuk mencapai tempat ini, Anda hanya perlu menggunakan kendaraan umum dari Kota Brastagi.

Air Terjun Sipiso-piso

Air terjun sipiso-piso

Air terjun ini berada di ujung utara Danau Toba, tepatnya 24 km sebelah selatan Kabanjahe. Bus wisata dari Bukit Lawang selalu singgah di obyek wisata satu ini. Jarak air terjun ini tidak terlalu jauh dari jalan raya, jarak air terjun ini hanya 300 m dari jalan raya. Anda dapat mencapai lokasi ini hanya dengan menaiki kendaraan umum dari Kabanjahe ke Merek kemudian dilanjutkan dengan manaiki ojek atau berjalan kaki untuk mencapai air terjun indah ini.

Parapat

Banyak orang yang berbicara bahwa Parapat adalah tempat wisata alam pegunungan dan danau paling indah di Indonesia. Berbagai cindramata khas Batak dijual di sini, di pantai timur Danau Toba. Apabila Anda berangkat dari Medan, Anda membutuhkan setidaknya 4 jam untuk sampai di lokasi ini atau sekitar 176 km ke arah utara.

Mengunjungi Parapat sangat berkesan apabila Anda berkunjung pada hari pasar, yaitu pada hari Rabu dan Sabtu. Pasar ini digelar di pinggir Danau Toba yang Indah. Anda juga jangan sampai melewatkan Festival Danau Toba yang diadakan setiap tahun pada bulan Juni di Parapat. Pada festival yang berlangsung selama satu minggu ini diisi oleh berbagai kegiatan, seperti perlombaan perahu dan aneka pertunjukan kesenian Batak.

Jika Anda tertarik dengan kain tradisional khas Batak, Anda dapat membeli kain Ulos yang banyak dijual di Parapat dan juga di Pulau Samosir. Corak dan warna kain Ulos ini berbeda-beda di setiap wilayah sehingga kain Ulos ino sangat menarik untuk dibeli. Meskipun demikian, kain Ulos memiliki ciri utama dengan garis vertikal serta warna biru dan putih yang dominan. Pusat pertenunan kain Ulos terletak di desa Labuhan Garaga yang terletak 25 km sebelah tenggara Parapat.

Sumber: Informasi Pariwisata Nusantara (Visit Indonesia)