Ordinasi atau teknik ordinasi adalah suatu teknik pemetaan unit dalam dimensi satu atau ganda agar suatu posisi masing-masing unit (spesies) sepanjang sumbu memebrikan informasi maksimum tentang komposisi tersebut atau hubungannya dengan unit lain (Siswadi et al. 1992).

Terdapat berbagai metode dalam teknik ordinasi. Salah satunya adalah metode Principal Coordinate Analysis (PCA) yang biasanya menggunakan bantuan perangkat lunak Multivariate Statistical Package-MVSP 3.2 (Roemantyo 2011). Selain itu, menurut Kurniawan dan Parikesit (2008), terdapat metode ordinasi lain yang lebih baik dalam menentukan persebaran jenis tumbuhan berdasarkan variabel lingkungan, yaitu metode Canonical Correspondence Analysis (CCA).

Teknik ordinasi yang paling sederhana adalah metode ordinasi polar. Metode ini menentukan dua tegakan paling berbeda yang ditunjukan oleh nilai indeks disimilaritas antara dua tegakan yang paling besar sebagai titik ujung pada absis horizontal. Dalam metode ordinasi ini diperlukan data kuantitatif yang merupakan nilai penting suatu jenis tumbuhan yang ditemukan dari penelitian. Nilai penting didapat dengan cara analisis vegetasi dari contoh yang diamati (Poole 1974).

Secara umum ordinasi terdiri atas tiga tahap.Tahap pertama adalah untuk menyatakan persamaan antara dua letak di dalam jumlah tunggal yang disebut koefisien komunitas. Tahap kedua adalah menghitung suatu matriks perbedaan daripada persamaan. Tahap terakhir adalah suatu transfer nilai Indeks Disimilaritas (ID) ke suatu grafik (Barbour et al. 1980).

Index of Similarity (IS) merupakan suatu indeks yang menunjukan tingkat persamaan spesies.

Index of Dissimilarity (ID) merupakan suatu indeks yang menunjukan tingkat ketidaksamaan spesies, merupakan kebalikan dari IS.

 

Sumber: Redaksi Forester Act !


Referensi:

Barbour M G, Burk J K, Pitts W D. 1980. Terrestrial Plant Ecology. California (US): The Benjamin/ Cummings Publishing Company Inc.

Kurniawan A, Parikesit. 2008. Persebaran jenis pohon di sepanjang faktor lingkungan di Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Jawa Barat. Biodiversitas. 9(4): 275- 279.

Poole R W. 1974. An Introduction to Quantitive Ecology. New York (US). Mc Graw- Hill.

Roemantyo. 2011. Struktur dan komposisi vegetasi hutan semusim habitat Curik Bali (Leucopsar rithschild) di kawasan Labuan Lalang, Taman Nasional Bali Barat. Jurnal Biologi Indonesia. 7(2): 361- 374.

Siswadi. 1992. Analisis Peubah Ganda dalam Ordinasi Komunitas, Suatu Studi Eksplorasi. [Laporan Akhir]. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. IPB.